BERJAGA-JAGA

01 December 2018

Sabtu, 1 Desember 2018

B. Dionisius & Redemptus – Martir di Indonesia

Wahyu 22:1-7

Mazmur 95:1-7

Lukas 21:34-36

 

“ berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia ”  ----  Lukas 21:36

 

SEBAGAI UMAT yang mengimani Kristus, kita semua memiliki penantian yang sama, yaitu penantian hari kedatangan Tuhan Yesus. Kita mengimani bahwa Tuhan Yesus pasti datang kembali ke dunia ini, walaupun kita tidak tahu saat kedatangan-Nya nanti !

Suatu hari seorang remaja bercerita bahwa ketika dia liburan di Bali bersama keluarganya, ternyata terjadi gempa bumi. Itu  membuat semua orang panik dan bingung di daerah mereka menginap. Dengan polosnya, remaja itu berkata kepada saya, “Setelah gempa berhenti, yang ada di dalam pikiran saya, yakni saya harus bertobat, saya masuk ke kamar hotel kembali, dan saya langsung membaca Alkitab”. 

Pertama, saya tersenyum mendengar kepolosan remaja tadi waktu menceritakan pengalamannya. Namun setelah saya baca bacaan Injil hari ini mengenai: “Nasihat supaya Berjaga-Jaga” ini semua sangat mengena di hati saya. Manusia tidak perlu menunggu bencana alam atau sakit berat untuk bertobat. Yang diperlukan adalah berjaga-jaga dengan penuh ima. Tuhan Yesus menasihati kita semua untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat kita jatuh ke dalam dosa.

Marilah dengan penuh rasa syukur dan damai, kita bersama-sama melakukan perbuatan-perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan dan seturut perintah-Nya. Mengapa ? Supaya pada waktu hari Tuhan tiba, kita semua dalam keadaan yang pantas dan siap untuk menyambut Yesus dan Kerajaan surga. (Lisa).

 

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami senantiasa, agar kami selalu berada di jalan keselamatan, sehingga pada waktu kedatangan-Mu ke dunia ini, kami semua di dalam keadaan yang layak untuk ikut bersama-Mu ke dalam Kerajaan surga.

Janji: “Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.”  ----  Mazmur 95:7

Pujian: Kedua martir yang kita peringati hari ini, adalah utusan Raja Portugal untuk Karajaan di Aceh. Tetapi keduanya ditangkap dan dibunuh, tanggal 29 November, 1638, dan dinyatakan Beato, 1900. Darah Para Martir menjadi benih persemaian Umat kristiani di bumi Indonesia.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.