BERJAGA-JAGALAH

31 August 2018

Jumat, 31 Agustus, 2018

1 Korintus 1:17-25

Mazmur 35:1-2, 4-5

Matius 25: 1-13

 

“Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, ... Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana” --- Matius 25:1-2

 

BAGIAN AKHIR Injil Matius, Bab 24-25, ditengarai dengan “Kotbah Akhir Zaman”. Kata kuncinya ialah “berjaga-jagalah!”. Tentu tidak kita artikan secara harafiah, yaitu dengan tidak tidur, tetapi ‘sikap berjaga-jaga dalam hidup’ atau menentukan prioritas mana yang penting mana yang tidak. Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk menghayati hidup yang berjaga-jaga.

Kita tidak tahu kapan Yesus akan kembali ke bumi ini. Kita tidak tahu hari dan saat akhir kita di bumi ini, hari-hari akhir kita bersama saudara dan sahabat terkasih kita. Kita dipanggil – kita diingatkan bahwa ‘hidup ini hanya sementara’; lagu Jawa yang pernah dinyanyikan Bu Waljinah yang kondang, “hidup ini seperti hanya singgah guna minum”. Maka kita diminta agar memanfaatkan waktu dengan bijak dan tepat guna!  

Bagaimana kita dapat selalu memiliki sikap berjaga-jaga?

  • Kita menfokuskan waktu dan energi kita pada hal-hal yang memang berguna;
  • Ber-relasi – yang pertama dan utama ialah dengan Tuhan Allah sendiri, kemudian dengan diri kita sendiri lalu baru dengan sesama kita;
  • Hidup baik: bersih, adil dan jujur; mengatakan apa adanya: kalau ya – ya, kalau tidak – tidak; dan bersikap pemaaf dan pengampun.
  • Bila kita melihat orang yang sangat membutuhkan bantuan, tidak cukup hanya mendoakan tetapi bertindak, berbuat sesuatu untuk menolongnya atau mengusahakan agar dapat memperoleh bantuan secara nyata.
  • Kita perlu menjaga kesehatan badan kita sendiri dengan pola hidup benar dan pola makan sehat, agar dapat selalu melayani;
  • Di zaman ‘alam digital’ ini, perlu bersikap kritis atas ‘medsos’, jangan sampai kita menghabiskan waktu dalam dunia ‘virtual’, lalu lupa berada bersama saudara dan teman, serta untuk bersimpuh di hadirat Tuhan.

Doa: Tuhan, bantulah diriku untuk selalu bersikap berjaga-jaga serta melatih diri untuk semakin peka.

Janji: “Yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia” ---1 Korintus 1:25

Pujian: Rosi selalu menutup doa-doanya setiap hari dengan kata-kata dari nyanyian “Ya Namamu Maria” (Madah Bhakti 547), yakni ‘Refrein’nya: ‘Patutlah nama itu hidup di batinku, dan nanti kuucapkan di saat ajalku’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.