BERJALAN ARAH KE DEPAN!
24 March 2022
Kamis, 24 Maret 2022
Yeremia 7: 23-28
Mazmur 95: 1-2, 6-7, 8-9
Lukas 11: 14-23
“Mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hati mereka yang jahat dan
mereka memperlihatkan belakangnya bukan mukanya !” Yeremia 7: 24
HIDUP KITA sebagai orang kristiani ini sering diumpamakan sebagai perjalanan. Kita berjalan ke depan mengarah ke tujuan dan berusaha mencapai tujuan.
Tetapi apa kata nabi Yeremia dalam bacaan pertama ? Allah menyatakan bahwa umat-Nya menghadapkan bukan wajahnya tetapi punggungnya. Ini berarti tidak berjalan maju melainkan ‘berbalik’ berjalan menuju arah sebaliknya, kembali menuju ke tempat kegelapan dosa dan ke tempat perbudakan.
Tidakkah makna dosa itu juga begitu ? Kita kembali balik ke dorongan naluri kita dan keinginan kita yang sesat ? Tidakkah ini memutuskan relasi kita dengan Allah dan sesama kita ? Dan apa hasil dari pergi ke arah balik ke belakang ? Kita menjauh dari tujuan semula. Kita kehilangan pandangan akan hidup surgawi – kehilangan warisan hidup di dalam Kristus.
Tetapi, sebaliknya kalau kita menjalani hidup beriman tidakkah berarti kita berjalan terus ke depan dengan tatapan mata tertuju ke tujuan ? Percayalah Allah akan selalu mendukung kita, meneguhkan kita , memenuhi segala kebutuhan kesejahteraan kita lahir batin.
Meski kita berdoa setiap hari ‘jangan masukkan kami ke dalam pencobaan’, tetapi tetap saja akan ada godaan. Dalam hal ini kita tetap tatapkan pandangan kita ke depan, terus berjalan ke depan. Pilihan ada di tangan kita : mau terus berjalan mengarah ke depan atau berbalik ke belakang menuju pola hidup lama. !
Baiklah hari ini, kita menyatakan tekad kita untuk menempuh jalan kasih dan berpasrah mengandalkan Dia, dan hanya kepada-Nya mata kita tertuju. Kita berjalan tidak sendiri ! Tuhan Yesus telah berjanji menemani kita sampai akhir zaman. Juga para kudus mendoakan kita. Kita berjalan bersama sanak keluarga kita di bawah bimbingan Roh Kudus.
Ada baiknya kalau kita sering meski hanya sejenak mengambil waktu untuk memeriksa perjalanan kita. Adakah rintangan yang menghambat ? Bila ada, kita mohon bantuan-Nya kita bisa membuang dan mengatasi halangan dan hambatan itu ! (S. Widjojo)
DOA : “Ya Yesus, aku ingin selalu berjalan bersama-Mu. Bantulah kami dalam mengikuti-Mu semakin dekat dengan-Mu”
JANJI : “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan” – Lukas 11: 23
PUJIAN: Seorang pembimbing retret mengatakan kepada para peserta, adanya Rekoleksi ataupun Retret tahunan itu tujuannya tiada lain untuk meluruskan kembali tujuan perjalanan kita, apakah masih selaras dengan panggilan dan profesi kita masing-masing, entah sebagai seorang umat , sebagai pasangan suami istri, sebagai anggota Hidup Bhakti -kaum religius- maupun Hidup Imamat.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ