BERJUANG MEMBELA IMAN DAN KEBENARAN
02 May 2022
Senin, 2 Mei 2022
St. Athanasius
Kisah Para Rasul 6:8-15
Mazmur 119 : 23-24,26-27, 29-30
Yohanes 6 :22-29
“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, …” --- Yohanes 6:27
SANTO STEFANUS dipercaya oleh jemaat gereja perdana menjadi salah satu dari tujuh anggota terpilih yang membantu keduabelas rasul untuk melakukan pelayanan meja (pangan , sandang, papan), bagi orang-orang miskin dalam jemaat (Kisah 6 :5).
Ia adalah seorang yang penuh iman dan dipenuhi oleh hikmat Roh Kudus. Selain itu, Stefanus juga piawai dalam menyampaikan pengajaran tentang Kristus kepada banyak orang, ia mengajar dengan kuasa Roh Kudus, bahkan ia dipakai Tuhan untuk melakukan mujizat. Karena kegigihannya dalam memberitakan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang telah wafat, dibunuh tetapi bangkit kembali dan telah naik ke surga duduk di sisi kanan Allah Bapa, sebagaimana ia melihat dalam penampakan, maka kebencian kelompok yang menolak Kristus semakin memuncak. Dan seperti Yesus, ia pun dihadapkan ke mahkamah agama dengan pemufakatan tuduhan palsu dan dihukum rajam sampai mati. Stefanus menjalani hukumannya dengan tenang, bahkan dikatakan ketika ia menerima hukuman itu wajahnya berseri seperti malaikat. Stefanus adalah martir pertama Gereja.
Kisah St.Stefanus sebagai martir pertama yang hidup di masa Jemaat Perdana ini kita dapati dalam Kisah Para Rasul 6:8-15. Di abad-abad selanjutnya, banyak para bapa Gereja, para Santo Santa yang hidup berjuang dan berkorban dalam misi pelayanan dan pewartaan. Salah satu di antaranya adalah Santo Athanasius yang kita memperingati hari ini. Sebagai Uskup Alexandria, ia berjuang melawwan ajaran Arianisme yang menolak ajaran Tritunggal. Baginya Yesus memang Anak Allah Bapa, tetapi di bawah Bapa dan tidak kekal.
Dunia di abad kita hidup saat ini telah mengalami banyak perubahan, pergeseran nilai-nilai kemanusiaan, budaya, teknologi yang seringkali dipakai untuk menggeser iman Kristiani. Bermunculan ajaran-ajaran baru, pun muncul istilah gereja metaverse sebagai akibat situasi jaman. Sebagai orang-orang yang telah menerima baptisan dengan iman Kristiani Katolik, kita semua mengemban misi memberitakan Injil Keselamatan, iman dalam Kristus secara utuh dan benar seperti yang diajarkan oleh para Rasul di jaman Gereja Perdana dan diteruskan oleh Santo Athanasius.
Maka hendaklah kita bekerja dan tetap menjalankan misi hidup kita dengan tanpa kompromi terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan iman Kristiani yang murni. Marilah kita tetap melakukan misi sebagai saksi-saksi Kristus dalam hidup kita sehari-hari, demi Kerajaan Allah. (VLB)
DOA: Bapa yang Mahabaik, , arahkanlah selalu hati kami kepada-Mu dengan bimbingan Roh Kudus-Mu agar kami tidak terseret pada kesesatan, melainkan bertahan dalam iman dan harapan yang murni dalam Kristus Tuhan Penyelamat kami.
JANJI: “Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapanMu. Ya, peringatan-peringatan Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku”. - Mazmur 119:23
PUJIAN: Perjuangan St. Athanasius dalam menjaga kemurnian iman Kristiani akhirnya berhasil. Beberapa tahun setelah kematiannya, diselenggarakannya Konsili Konstantinopel, 381. Hasil Konsili menyatakan bahwa Aranisme adalah ajaran sesat dan terlarang.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ