BERKORBAN

10 August 2022

Rabu, 10 Agustus 2022

St. Laurentius

2 Korintus 9: 6-10

Mazmur 112: 1-2, 5-6, 7-8, 9

Yohanes 12: 24-26


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. --- Yohanes 12: 24


SEBUTIR BIJI gandum jika disimpan tetaplah menjadi sebutir gandum yang tak ada manfaatnya. Sebaliknya jika sebutir biji gandum ditanam di lahan yang subur tentunya akan berbeda. Biji gandum itu lambat laun akan tumbuh akar serabut, batang yang beruas, daun, berbunga dan akhirnya akan menghasilkan bulir-bulir gandum yang siap dipanen serta memberikan banyak manfaat. Biji gandum itu mati untuk menghasilkan buah.

Begitulah hidup kita di dunia ini, hendaklah kita mampu berkorban untuk dapat tumbuh dan menghasilkan buah. Berkorban artinya memberikan sesuatu sebagai korban. Kita mengesampingkan ego kita, mau menderita atau merugi. Dengan keinginan dan kesadaran untuk berkorban, kita arahkan hidup kita pada ajaran Kristus untuk melayani dengan menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama.

Setiap orang tentunya memiliki tingkat kepedulian yang berbeda-beda dan berkorbanpun bisa berbagai macam bentuknya, seperti dalam bentuk materi, waktu atau yang lainnya. Mungkin diantara kita ada yang sulit berkorban bagi orang lain tetapi banyak juga yang memiliki kepedulian tinggi kepada orang lain. Bagi kita yang memiliki kepedulian tinggi, ada baiknya juga kita melihat kembali diri kita apakah kita seringkali lebih mudah berkorban untuk orang lain dibandingkan dengan berkorban untuk orang terdekat seperti untuk anak, orang tua atau pasangan hidup kita. Sebagai contoh sederhana mungkin ketika orang lain membutuhkan waktu kita, dengan senang hati kita atur waktunya tetapi sebaliknya ketika anak, orang tua atau pasangan hidup kita membutuhkan waktu, terasa sulit memberikan waktu kita bahkan sisa waktupun tak ada untuk orang terdekat kita.  

Hidup adalah proses begitu juga berkorban merupakan proses hidup. Bila saat ini kita masih kurang peduli, sulit berkorban, marilah kita berproses untuk dapat berkorban. Bila kita saat ini sudah dapat berkorban, marilah kita berproses berkorban dengan sepenuh hati tanpa membedakan siapa yang membutuhkannya.(AVI)

 

DOA: Bapa, terima kasih atas sapaan-Mu. Ampunilah kami jika kami kurang peduli terhadap keluarga, teman atau orang yang ada di sekitar kami. Mampukanlah kami agar kami dapat  berkorban dengan sepenuh hati kami. 

JANJI: “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”. - Mazmur 112: 1

PUJIAN: Laurensius merupakan satu dari diakon agung yang membantu Paus Sixtus II dalam tugas upacara keagamaan dan mengurus harta kekayaan Gereja serta membagikan derma kepada orang miskin di Roma. Ia dihadapkan pada penguasa Roma dan diminta untuk menyerahkan kekayaan Gereja. Namun sebaliknya ia membagikan kekayaan Gereja kepada orang miskin. Ia membawa orang miskin tersebut kepada penguasa Roma dan meminta untuk menerima serta memelihara orang miskin tersebut sebagai kekayaan Gereja. Akhirnya Laurensius ditangkap dan dipanggang hidup-hidup di atas terali besi yang panas membara karena dianggap memperolok dan menghina penguasa Roma.

 Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.