BERLAKU JUJUR DAN ADIL

06 June 2023

Selasa, 6 Juni 2023

Yakobus 3:1-12

Mazmur 112:1-2,7bc-8,9

Markus 12:13-17



"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” --- Markus 12:17


PADA AWAL minggu di bulan Maret 2023, ada satu berita yang sangat menyita perhatian dari kalangan publik, ketika seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dari Kementrian Keuangan, karena kasus anaknya, setelah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didapati sejumlah transaksi keuangan yang mencurigakan dan uangnya yang diperoleh sangat besar sehingga ia mempunyai properti, kendaraan mewah dan barang-barang mewah lainnya. Selain memupuk kekayaan dengan cara korupsi, ada tindakan lainnya yang merugikan negara, ia tidak membayar pajak kendaraan dan pajak rumah bertahun-tahun.

Suatu perilaku  dan tindakan yang sangat ironi, sementara pemerintah, terutama Kementrian Keuangan meminta agar semua rakyat untuk taat membayar pajak, sedangkan pegawai pajak sendiri tidak membayar pajak.

Perilaku ini sangat mengecewakan sebagian masyarakat Indonesia, dan di media massa mereka menulis untuk tidak mau membayar pajak lagi, dengan anggapan bahwa sia-sia rasanya membayar pajak, tetapi uang pajak digunakan untuk kepentingan pribadi dari pegawai pajak.

Melihat kondisi ini, Menteri Keuangan dengan cepat memecat pegawai tersebut dan melaporkannya kepada KPK. Dan Menteri Keuangan menjelaskan kepada masyarakat, bahwa setiap pajak yang dibayarkan rakyat kepada negara, langsung masuk ke kas negara, sedangkan korupsi uang pajak, adalah semata-mata permainan jahat antara pegawai pajak dengan si pelapor pajak. Pegawai pajak ini menggunakan keahliannya sehingga si pelapor pajak tidak membayar keseluruhan pajak, sehingga si pegawai pajak mendapatkan uang jasa setelah melakukan manipulasi pembayaran pajak.

Sesuai dengan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, bahwa kita sebagai rakyat yang tinggal di suatu negara dengan aturan pajak yang telah ditetapkan, maka sebagai warga negara yang jujur, kitapun wajib membayar pajak. Karena dengan pajak, negara dapat mempergunakan uang tersebut dalam menjalankan kepemerintahan dan memperbaiki sarana-sarana umum atau program kerja negara untuk kepentingan umum.

Selain kewajiban dalam membayar pajak, ada suatu kewajiban yang harus kita lakukan kepada Allah Sang Pencipta. Kewajiban apa saja yang harus dilakukan kepada Allah?. Salah satu kewajiban yang dilakukan adalah dengan lidah kita memuji Allah dan memberkati sesama dengan ucapan-ucapan yang memberi semangat, hiburan, nasehat dsb (Yakobus 3 : 9-10).

Mengapa kita harus melakukan kewajiban tersebut? Karena kita telah menerima hak kita, bahwa kita adalah ciptaan Allah yang paling sempurna, yang paling dikasihi-Nya dan diberikan akal budi dan kehendak bebas, maka kitapun harus berlaku adil kepada Allah, yaitu dengan hidup, selalu menyenangkan hati-Nya, dengan memberikan yang terbaik bagi Allah dan sesama melalui sikap dan perbuatan kita sesuai perintah-Nya. (SIW).

 

DOA: ”Allah Bapa pencipta langit dan bumi, siapakah aku ini Tuhan?, sehingga Engkau sangat mencintai kami.  Kami ingin mengucap syukur atas segala rahmat-Mu dan kami berusaha hidup yang menyenangkan hati-Mu. Amin.”

JANJI: “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.” - Mazmur 112:1-2

PUJIAN: Pemimpin dunia  biasany identik dengan gaya hidup mewah, tetapi hal itu tidak berlaku bagi Jose Alberto Mujica Cordano (87), yang lebih memilih hidup sederhana selama menjabat sebagai presiden Uruguay pada periode Maret 2010-2015. Gaya hidup sederhananya menjadi sorotan dan perhatian dunia hingga julukan 'Presiden Termiskin di Dunia' sangat melekat pada dirinya sampai saat ini. Jose Mujica, menyumbangkan 90% gajinya untuk beramal kepada warga miskin. Dikutip dari New York Times, Kamis (12/5/2022), gaji Jose Mujica saat menjabat sebagai presiden sebesar $ 12 ribu atau setara Rp 116 juta per bulan, dan ia hanya menyisakan $ 800 atau Rp 7,7 juta gajinya untuk kebutuhan pribadinya. Keputusannya untuk membantu orang banyak dibandingkan meningkatkan gaya hidupnya mundul karena ia sendiri pernah merasakan kesulihan hidup. Saat ia berusia 5 tahun, ayahnya meninggal dalam kondisi keluarga kesulitan uang dan dirinya harus bekerja membantu ibunya dengan mengantarkan barang untuk dijual di toko roti setempat.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.