BERLATIH UNTUK BEBAS MERDEKA
22 July 2019
Senin, 22 Juli 2019
St. Maria Magdalena
Kidung 3:1-4a atau 2 Kor 3:14-17
Mzm 63:2-6, 8-9
Yohanes 20:1-2, 11-18
“Lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir, daripada mati di padang gurun ini.” — Keluaran 14:12
KITA-KITA INI BERSEDIA kehilangan kebebasan kita guna memperoleh sesuatu atau untuk menghindari sesuatu, yakni setan yang lihai dalam memperbudak kita (Ibr 2:15). Bila diri kita ini atau kebebasan kita ini dapat dibeli, setan akan membelinya ‘ya diri kita ya kebebasan kita’. Bila kita ini bisa diancam dan ditakut-takuti, maka ia akan memperbudak kita lewat rasa takut, atau dia senang main-main dulu, dan dengan permainan itu kita terjebak kehilangan kebebasan kita.
Maka agar kita mampu menghindari setan yang merampas kebebasan kita, kita perlu menerima rahmat agar kita dapat dan selau mengucap “Kebebasan kita tidak untuk dijual!” Kita harus berani bertekad mau mati demi kekebasan kita dalam Kristus. Tidakkah hal itu yang selalu para nartir katakan, ‘mati demi Kristus’?
Kita sangat tergila-gila untuk dapat bebas, sebab kebebasan adalah dasar dari Kasih. Sebab Allah itu Kasih (1 Yoh 4:8, 16), makna dari hidup kita di dalam Kristus adalah Kasih, adalah Cinta. Kita sangatlah sayang dan sangat melindungi kebebasan kita itu, sebab dengan itu kita dapat menghayati hidup Kasih. Kita mengasihi sebab Kristus sendiri lebih dahulu mengasihi kita dan Dia-lah yang membebaskan kita (1 Yoh 4:19). Sebab kita-kita ini sebagai murid-murid Kristus dapat hidup dalam kebebasan, maka kita dapat hidup dalam kasih. Maka mari kita nyatakan kebebasan kita, kemerdekaan kita, Kita tetap tinggal dalam kasih.
Doa: Bapa, tunjukkan kepada kami relasi antara dorongan nafsu dan tiadanya kasih.
Janji: “Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku. Ia telah menjadi keselamatanku.” —Keluaran 15:2
Pujian: St. Maria Magdelana yang kita peringati hari ini, dia begitu mengasihi Yesus. Ia berdiri tegar di bawah salib Yesus. Ia tetap setia sampai akhir hidupnya. Dan dialah yang tercatat dalam Injil pribadi yang pertama mendapat karunia penampakan Tuhan setelah bangkit-Nya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ