BERPEGANG PADA PERINTAH ALLAH

08 February 2022

Selasa, 8 Februari 2022

Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman

1 Raja 8:22-23, 27-30

Mazmur 84:3.4.5.10.11

Markus 7:1-13


“Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri” --- Markus 7:9


DEBAT KUSIR  adalah istilah ketika terjadi debat yang berkepanjangan. Hal ini terjadi ketika dua pihak mempunyai  pemikiran, motivasi, dan tujuan yang berlawanan. Bisa terjadi karena  salah satu pihak,  ataupun kedua  pihak   terus mempertahankan pendiriannya.  Debat seperti ini sulit mendapatkan  titik temu  pemahaman dan pemecahan masalahnya. 

Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan serombongan  orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem menemui Yesus (Mrk 7:1). Seperti biasanya, mereka selalu mencari-cari kesalahan Yesus. Dan mereka mendapatkan  kesempatan itu, ketika melihat murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh lebih dulu (Mrk 7:2).  Karena menurut adat istiadat nenek moyang mereka, perbuatan itu, makan tanpa cuci tangan lebih dulu,  adalah najis (Mrk 7:3).

Yesus  mengetahui kedegilan hati  dan upaya orang-orang Farisi dan ahli Taurat  untuk menyalahkan-Nya. Yesus tidak mau terjebak dalam debat kusir dengan mereka yang mengaitkan cara makan  najis para murid  dengan ajaran-Nya. Yesus    mengingatkan akan nubuat nabi Yesaya, bahwa bangsa Israel itu munafik, hanya memuliakan Alllah dengan bibirnya, sedangkan hatinya jauh (Mrk 7:6). Dan Yesus menegur mereka bahwa percuma beribadah kepada Allah, jika yang mereka ajarkan dan lakukan adalah perintah manusia (Mrk 7:8).

Bagi kita ‘Ajaran Yesus’   menjadi pedoman kita  saat melaksanakan  adat istiadat leluhur. Misalnya yang berkaitan dengan perkawinan adat, ritual kepada leluhur, ataupun ritual syukur hasil bumi. Mita perlu memperhatikan Ajaran Gereja yang tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) dan juga apa bunyi Hukum Gereja, sebagai mana ada dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK). Ketika melaksanakan adat istiadat,  kita harus berpegang pada perintah Allah. Sama sekali kita tidak boleh mengesampingkan dan  bertentangan dengan ketentuan Gereja (Mrk 7:9). (Thony)

 

DOA: Ya Yesus, mampukanlah aku supaya selalu mentaati dan menempatkan perintah-Mu sebagai pedoman dalam kehidupanku.

JANJI: “Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” - Mazmur 84:11

PUJIAN: Sepasang muda-mudi membatalkan rencana perkawinan mereka secara katolik karena menyadari  bahwa di antara mereka terdapat hubungan darah. Mereka berdua masih saudara sepupu. Perkawinan mereka terhalang oleh Hukum Gereja dalam hal sahnya perkawinan mereka nanti.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.