BERPUASA BUKAN UNTUK PAMER KESALEHAN
15 January 2024
Senin, 15 Januari 2024
1 Samuel 15:16-23
Mazmur 50:8-9
Markus 2:18-22
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. --- Markus 2:19-20
Berpuasa merupakan tradisi suci yang diturunkan oleh agama-agama samawi yaitu Yahudi, Katolik dan Islam. Puasa dibedakan dalam dua kategori, yang pertama yaitu puasa komunal (dilakukan secara bersama-sama) yang ditetapkan oleh ajaran suatu agama, dan yang kedua adalah puasa pribadi. Dalam puasa komunal yang ditetapkan oleh gereja, umat Allah diajak untuk melakukan pertobatan, menjalankan puasa wajib ini akan menjadi sebuah bukti nyata ketaatan seseorang kepada Allah. Pada level tertentu, seseorang yang menjalankan puasa tidak akan merasa berat bahkan puasa dirasakan sebagai suatu kebutuhan baginya bila secara batiniah ia melakukan semua itu dengan hati yang ikhlas karena cintanya yang begitu sangat besar kepada Allah yang telah menciptakannya. Rasa lapar dan haus tidak akan pernah dirasakan pada saat berpuasa selama lebih dari 12 jam tanpa makan dan minum oleh karena motivasi cinta kepada Allah telah mengatasi segalanya.
Kategori puasa kedua adalah puasa pribadi. Puasa pribadi biasanya dilakukan sebagai ungkapan syukur atau permohonan tertentu kepada Allah, semua itu dilakukan karena hidupnya sangat bergantung kepada Allah, dengan imannya, ia telah merendahkan diri dihadapan Allah. Esensi dari kedua kategori puasa tersebut adalah sama, yaitu merajut cinta yang intim dengan Allah sebagai sang pencipta.
Sebagai orang beriman kepada Yesus, hendaknya kita mengikuti teladan-Nya, sebab Yesus sendiri yang mengajarkan kepada kita berpuasa selama 40 hari dipadang gurun. Pada saat Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya, orang-orang Farisi mempersoalkan murid-murid Yesus yang tidak berpuasa. Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki, maka bukanlah saat yang tepat untuk berpuasa yang merupakan ekspresi dari dukacita.
Orang-orang Farisi terbiasa “mengurusi” iman orang lain dengan mencari-cari kekurangan orang lain. Mereka (Farisi) melakukan puasa bukan karena menghayati esensi dari puasa itu sendiri, namun mereka melakukannya sebagai ajang “pamer kesalehan”. Penghayatan puasa seperti inilah yang ditentang oleh Tuhan Yesus. Yesus menghendaki agar kita membasuh muka saat berpuasa, jangan nampak oleh manusia bahwa engkau berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu, intinya adalah bahwa Tuhan Yesus menghendaki agar kita kudus dihadapan Allah, bukan dihadapan sesama. (Siswoyo Nugroho).
DOA: ”Tuhan Yesus, tuntun aku, mampukanlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu dengan menjalankan perintah Allah dengan hati yang ikhlas dan penuh cinta. Amin.”
JANJI: ”Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?” - Mazmur 50:8
PUJIAN: Fransiskus Fernandez de Capillas lahir pada 18 Agustus 1607 di Baquerin, Valencia, Spanyol. Pada tahun 1631 Fransiskus dikirim ke Filipina. Fransiskus tiba di Manila tahun 1632, setahun kemudian ia ditahbiskan menjadi imam. Fransiskus melayani umat di Filipina sekitar 10 tahun lamanya. Pada tahun 1642 Fransiskus memilih untuk mendampingi Pastor Fransiskus Diaz del Rincon ke Cina. Fransiskus banyak mempertobatkan para penduduk dan berhasil mendirikan Ordo ketiga St. Dominikus. Di tengah keberhasilan itu beberapa penduduk merasa tidak senang dengan keberhasilan karya pastoralnya. Selain itu bangsa Tartar mulai menguasai Cina dan mengadakan perlawanan dengan umat Kristen. Fransiskus ditangkap, disiksa dan dibunuh sebagai martir dengan cara dipenggal. Fransiskus Fernandez de Capillas meninggal dunia pada 15 Januari 1648 di Fu’An, Fujian, Cina. Pada 2 Mei 1909 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius X, dan pada 1 Oktober 2000 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)