BERSAKSI MENJADI MURID KRISTUS MELALUI PENDERITAAN

23 November 2022

Rabu, 23 November

Wahyu 15:1-4

Mazmur 98:1.2-3ab.7-8.9

Lukas 21:12-19


“Aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.”

Wahyu 15:1

Yohanes Pembaptis termasuk salah satu tokoh besar bagi bangsa Yahudi. Ia memiliki banyak pengikut yang loyal dan hingga dua puluh tahun setelah kematiannya. Di Efesus, para murid Yohanes Pembaptis itu masih eksis dan terus berkiprah (Kis. 19:14). Penulis ternama sejarah Yahudi, Flavius Josephus, mengatakan bahwa pengaruh Yohanes Pembaptis di kalangan rakyat jelata sangat kuat dan itulah salah satu pemicu pemberontakan besar orang Yahudi melawan kekaisaran Romawi tahun 66-73.

"Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit" (Luk. 21:10-11). Gempa bumi merujuk pada tanda yang mendahului datangnya Hari TUHAN (Zak. 14:5), bentuk penampakan Allah (Yeskhiel. 3:12), dan sarana hukuman ilahi (Yes. 29:6; Yeh. 38:19). Hukuman ilahi juga dinyatakan dalam wabah penyakit dan kelaparan (Am. 8:11; Yes. 14:30; 51:19; Yeh. 36:29). Inilah tanda-tanda makin dekatnya akhir zaman.

Tanda-tanda itu betul akan terjadi, tetapi Yesus mengingatkan bahwa sebelum semua tanda itu terjadi masih akan terjadi penganiayaan terhadap para pengikut-Nya, "Tetapi, sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku." Para murid akan ditangkap dan dianiaya karena iman kepada Yesus. Mereka diserahkan ke pengadilan agama Yahudi, pengadilan negara penjajah, dan pengadilan adat kafir. Namun, mereka menjadikan semuanya itu sebagai kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus, Manusia yang dibangkitkan Allah dan Tuhan. Maka, derita mereka akan dihitung kelak dalam pengadilan ilahi dan akan menjadi jaminan keselamatan. Mereka tak perlu sibuk memikirkan kata-kata pembelaan dalam pengadilan itu. Allah akan memberikan kata-kata hikmat, sehingga lawan tak berdaya menghadapi mereka. Namun, mereka akan diserahkan bahkan dibunuh oleh musuh-musuh yang ada di lingkungan mereka sendiri. Meski demikian, Allah akan tetap setia menjaga mereka dan yang bertahan dalam iman akan memperoleh hidup ilahi.

Kita kadang gampang takut menderita dan cepat menyerah meninggalkan Yesus, padahal bertahan dalam derita karena Yesus akan mendatangkan keselamatan kekal. Tidak jarang kita pun mencari-cari alasan yang masuk akal untuk melarikan diri dari penderitaan. Mengapa? Yesus telah memberitahukan bahwa para murid-Nya akan dianiaya karena iman mereka kepada-Nya dan mau agar kesempatan itu justru dijadikan momen untuk bersaksi tentang Yesus. Kita adalah pengikut-pengikut Kristus zaman ini yang seharusnya tetap tegar menghadapi segala penderitaan karena Kristus dan jadikan kesempatan itu untuk bersaksi. Apa mau kita sekarang? (SW)

DOA            Ya Yesus, semoga kami sebagai murid selalu mengikuti-Mu dan setia memikul salib-Mu. AMIN

JANJI         Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu,  supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.(Luk 21:14)

PUJIAN      Bulan November adalah bulan mengenang jiwa-jiwa orang beriman baik merreka yang meninggal sebagai Martir maupun meninggal tetap setia kepada Iman dan menghanyati Hukum Cinta Kasih Yesus. Akhir hidup orang beriman dikaitkan dengan akhir kehidupan dan kematian orang beriman di gambarkan sebagai kedatangan Yesus yang menyambut mereka untuk memberi Mahkota Kemuliaan.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.