BERSYUKUR
08 October 2018
Senin, 8 Oktober 2018
Galatia 1:6-12
Mazmur 111:1-2,7-10
Lukas 10:25-37
“Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah.“ --- Mazmur 111:1
DALAM HIDUP INI kita pernah bersyukur dan pernah juga mengeluh. Mana yang lebih banyak : “Bersyukur” atau “Mengeluhnya”? Biasanya kita hanya mengucap syukur jika hati kita sedang senang, atau saat kita merasa sedang beruntung. Tetapi sebaliknya, jika hati dan perasaan kita sedang kesal, berbeban berat, dan penuh dengan masalah, untuk mengucapkan syukur, rasanya berat sekali.
“Pengalaman adalah guru yang baik”. Maka perlu kita mengambil pelajaran dari setiap masalah yang kita hadapi. Janganlah mengganggap bahwa masalah itu sebagai suatu beban yang kita peroleh, karena Tuhan tidak sayang kepada kita. Dan kita juga tidak boleh berpikir bahwa masalah itu terjadi karena aib masa lalu yang berdampak kepada kita. Kalau kita tidak mau belajar dari pengalaman dan tidak mengolah dan menata gejolak hati kita dalam menghadapi permasalahan, kita akan dilanda masalah demi masalah.
Cobalah kita renungkan sejenak masalah yang kita hadapi saat ini. Apakah semuanya ini benar-benar membuat kita menderita? Apakah tidak ada penolong dalam setiap jeritan kita? Tuhan pasti mengirimkan cara atau jalan keluar tersendiri untuk setiap masalah yang sedang kita hadapi itu. Itu bisa terjadi lewat doa dan renungan kita, lewat teman yang datang menolong.
Seperti dalam bacaan Injil hari ini, belas kasih Tuhan kepada orang Yahudi yang jatuh ke tangan penyamun disalurkan melalui pertolongan orang Samaria, yang dibenci orang-orang Yahudi, yang lewat dalam perjalanannya. Jelas ada kebaikan Tuhan yang patut disyukuri, justru lewat orang yang tidak dicintai.
Dalam Mazmur Tanggapan hari ini, “Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.”
Perbuatan-perbuatan besar Tuhan itu terselip dalam setiap masalah yang kita hadapi. Hal itu menjadikan kita kuat dan mengajarkan kita untuk selalu mengucap syukur, “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef 5:20).
Bersyukur di pagi hari, di siang hari dan di malam hari, sepanjang hidup kita. (CEM2)
Doa: Allah Bapa, kami mengucap syukur untuk segala penyertaan-Mu dalam hidup kami. Kami berterimakasih karena Engkau selalu menyayangi kami, umat-Mu yang berdosa ini. Terimakasih Bapa.
Janji: “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat” --- Mazmur 111:9
Pujian: Oktober dikenal sebagai Bulan Rosario. Dalam doa itu kita renungkan “Bunda Maria mendapat kabar dari malaikat Gabriel, bahwa mengandung Yesus”. Ia tidak mengeluh, tetapi dengan penuh syukur berucap “Terjadilah menurut perkataan-Mu.”
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ