BERSYUKUR DAN MENGHARGAI APA YANG KITA MILIKI

27 January 2022

kamis, 27 Januari 2022

2 Samuel 7: 18-19, 24-2

Mazmur 51: 12 -17;

Markus 4: 21-25

  

“Siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai , apapun yang ada padanya

akan diambil daripadanya” – Markus 4: 25

 

       DALAM MASYARAKAT yang perkembangan sosial-ekonominya tidak merata,  sering kita dengar pernyataan  “Yang kaya tambah kaya-yang miskin tambah miskin”. Lho koq senada apa yang dikatakan Yesus ? Jelas tidak.  Coba kita periksa dan teliti pada kata-kata Yesus ! Kita ingin melihat bukan dari segi materi tetapi rohani.

Bagian pertama ‘Siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi’ . Pernyataan Yesus ini tidaklah sukar untuk difahami. Fikirkan, upama saja, orang yang latihan secara teratur. Latihan  olah raga atau senam tiap pagi, itu akan menambah kemahiran dan ketrampilannya dalam berolah raga, semakin tambah sehat tubuh yang memang sudah sehat.

Demikian halnya dalam hal yang bukan fisik, katakan saya dalam hal ‘hidup rohani’. Kalau kita menjalankan ‘latihan rohani secara teratur’ – entah itu membaca Kitab Suci, berdoa, melakukan renungan setiap hari, sambut Sakramen, itu semua memberi santapan bagi hidup rohani kita . Hidup rohani kita semakin sehat, subur dan berbuah !

Sedangkan kalimat yang kedua, ‘siapa yang tidak mempunyai, apa yang ada, akan diambil’ , mungkin ini menimbulkan tanda tanya ! Kita mencoba menangkap maksud positif Yesus dalam hal ini.  Kemungkinan besar, kalau kita menyia-nyiakan waktu dengan berprasangka negative terhadap sesama, yang kita rasa sesama kita koq semakin beruntung dalam hidup, lebih memiliki talenta, diberkati, dari pada diri kita sendiri. Kita akan merasa lebih tak nyaman di hati.  Bagaimana kalau sebaliknya ? Kita mau beryukur mempunyai  teman yang sukses, mengapresiasi apa yang mereka miliki. Kita tidak membandingkan diri kita  dengan orang lain secara negative, tetapi bersyukur dan menghargai atas segala yang telah dimilikinya, meskipun tidak banyak. Tentu kita salut dan hormat akan orang-orang seperti itu. Mereka merasa damai dan tetap suka cita. Tiada ‘rendah diri’ dan iri dan serta  diri !  (S.Widjojo).

 

DOA   :  Tuhan berilah diriku hati yang tahu bersyukur dan menghargai apapun yang Tuhan anugerahkan kepada diriku.

 

JANJI: “Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu” – Markus 4:24

 

        PUJIAN : Umat katolik yang pernah mengikuti retret agung atau retret sebulan dari St. Igantius Loyola, tentu hari pertama dijelaskan ‘Apa itu Latihan Rohani’.

                  Dalam Catatan Pendahuluan (LR no.1), dikatakan, “Jalan kaki jarak dekat atau jarak jauh, lari cepat adalah Latihan-latihan  jasmani, begitu pula dinamakan Latihan-latihan rohani: semua cara mempersiapkan jiwa dan menyediakan hati untuk melepaskan diri dari rasa lekat tak teratur dan selepasnya dari situ lalu mencari dan mendapatkan kehendak ilahi dalam hal mengatur hidup, guna keselamatan jiwanya”

penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.