BERSYUKURLAH SELALU

31 January 2022

Senin, 31 Januari 2022 

St.Yohanes Bosko

2 Samuel 15:13-14, 30; 16: 5-13a,

Mazmur 3: 2-7, 

Markus 5: 1-20

 

“Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu dan beritakanlah mereka segala sesuatu

 yang telah diperbuat Tuhan atasmu dan bagaimana

Ia telah mengasihani engkau ?”

Markus 5: 20

 

PADA PESTA Ulang Tahun Kak Seta ke -70, 28 Agustus, tahun lalu, ia ditanya apa  resepnya, koq nampak tetap sehat dan segar bugar ? Kak Seta menjawab singkat : “Gembira”. Ini bukan suatu suatu sikap hati tetapi suatu singkatan atau ‘akronim’.

       ‘G’ – untuk gerak – gerak berolah raga – gerak bekerja;

       ‘E’ – untuk  emosi – mampu menata dan mengolah emosi;

       ‘M’ – untuk makan – makan yang bergizi – bernutrisi;

       ‘B’ -  untuk bersyukur – beribadat guna bersyukur;

       ‘I’  -  untuk istirahat – istirahat secukupnya;

       ‘R’ – untuk rukun – rukun dalam hidup bersama, dalam

               keluarga dan  dalam masyarakat ;

       ‘A’ – aktif – dalam masa usia mulai senja tetap akti

               ber-kreasi, pikiran  tetap aktif.

Menurutnya, yang penting ialah selalu ‘bersyukur’.  Dan di hari akhir tahun ini, tentu saja yang paling tepat ialah kita ‘bersyukur’ – atas segala berkat dan anugerah yang kita terima selama tahun 2021.  Dan pusat Ibadat kita ialah merayakan ‘Ekaristi’, yang artinya ‘bersyukur’. Dan bagian pokok dari Ekaristi adalah “Doa Syukur Agung” (DSA). Dan diawali dengan ‘Prefasi’. Kalimat ketiga dari Prefasi adalah suatu ajakan yang berbunyi, ‘Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita. Dan umat menanggapinya dengan menjawab ‘Sudah layak dan sepantasnya – layak dan sepantasnyua bersyukur ! Dan ‘Doa Syukur Agung’ menurut Liturgi 2005 ada sebanyak sepuluh DSA.

Di hari akhir tahun 2021, sebulan yang lalu, kita telah merenung sejenak apa saja berkat Tuhan sepanjang tahun Ia limpahkan dan apa saja yang Tuhan telah lakukan kepada kita masing-masing. Kita bersyukur atas segala berkat dan apa saja yang Tuhan telah lakukan kepada diri kita masing-masing, kepada keluarga kita semuanya.

Bulan Januari – awal tahun 2022, kita bertekad untuk kita  gunakan tidak untuk mengeluh apalagi sakit hati mau membalas dendam tetapi untuk pasrah percaya kepada penyelenggaraan ilahi-Nya, sebagai Daud alami dan nasehatkan kepada para pengikutnya (1 Sam 16: 10-11). Ucapan syukur dan percaya akan berkat Tuhan sesudahnya didahului oleh sikap tobat yang mendalam seperti raja Daud.

Bulan bulan awal tahun 2022 ini kita ingin lebih  untuk bersyukur kepada Allah. Dan tiap awal bulan atau Minggu pertama dalam bulan, dalam Ibadat Misa selain bersyukur, kita mau selalu mohon berkat bagi diri kita sendiri sepanjang bulan, bagi keluarga kita dan teman sahabat kita, tetapi lebih-lebih berdoa untuk orang-orang yang pernah menyusahkan diri kita.   Ya, setiap hari, setiap bulan dan sepanjang Tahun, kita bersyukur dan memohon berkat-Nya. (S.Widjojo)

      

DOA    : Ya Tuhan berilah aku hati yang tahu bersyukur – dan hati yang berbelas kasih dan hati yang berbela rasa.

JANJI  : “Engkau, ya Tuhan, adalah perisaiku yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaan-ku dan yang mengangkat kepalaku!” Mazmur 3: 4

PUJIAN: Salah satu kekhasan tiap bulan Januari ialaha adanya “Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani”, tanggal 18 s/d 25 Januari. Ini buah dari Gerakan Oikumene antar kita sesama pengikut Kristus, agar kita lebih dapat ‘berdaya-guna’ dalam kesaksian kita di negeri kita  ini. Tetapi kita juga diingatkan bahwa kita hidup di tengah negeri dengan  macam ragam agama dan keyakinan, maka kita perlu mengenal, menghormati dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas iman dan keyakinan lain.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.