BERTATAP MUKA DENGAN ALLAH MEMUJI DAN MENYEMBAHNYA
27 November 2020
Jumat, 27 November 2020
Wahyu 20:1-4, 11—21:2
Mazmur 84:3-6a. 8a
Lukas 21:29-33
“Aku melihat Tahta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya” ---Wahyu 20:11
MULAI SENIN jelang Minggu Kristus Raja lalu, Gereja menyuguhi kita dengan bacaan pertama dari Kitab Wahyu. Ini berlangsung sampai hari Sabtu jelang Minugu Advent I. Hal-hal yang pokok dari Kitab Wahyu dalam 22 bab, kita baca dan renungkan.
Para ahli tafsir Kitab Wahyu sangat menyarankan agar kita membaca Kitab Wahyu dalam satu adegan peristiwa. Dengan demikian kita diharapkan memperoleh rasa bisa menghargai lebih utuh akan tema-tema dan gambaran-gambaran dalam lingkaran Kitab Wahyu yang complex sekaligus sangat menarik. Ini memudahkan kita dalam mengikuti alur peristiwa yang memuncak pada bab-bab terakhir. Melewati pemandangan bencana dan kehancuran beruntun dan pengadilan, ke kasih dan kuat kuasa Allah yang sempurna dan menang berjaya.
Dalam bacaan hari ini, bab 20 dan 21, jelang akhir Kitab Wahyu, kita berada di tebing pewahyuan akhir dari Rencana Keselamatan Allah. Naga, si ular tua, ‘ditangkap dan diikat’ dan ‘Kota kudus, Yerusalem baru’ datang dengan ‘turun dari surga’ (Why 20:2; 21:2).
Meski Gereja tetap harus bergumul dan berjuang, tetapi ini tidak untuk selamanya. Segala penganiayaan dan kesusahan akan segera berhenti dan berganti menjadi sukacita yang menggenbirakan untuk seterusnya.
Allah akan memperbaharu alam ciptaan, bukan hanya sekedar membasuh dunia dari kejahatan tetapi mencipta kembali seluruh dunia menjadi sesuatu yang baru, indah dipandang. Tubuh kita yang telah menyatu dengan tanah akan dimuliakan, menjadi tubuh yang ‘baru’, tidak lagi ada penyakit dan maut.
Dan kita yang sekarang tetap tekun dan teguh beriman akan datang menghadap Tahta Allah, besinar dalam kemuliaan. Tubuh dan hati baru, siap untuk memasuki hidup kekal. Allah maha setia – setia akan janji-Nya! SW
DOA: Tuhan, bebaslkanlah aku dari yang jahat, jangan aku Engkau biarkan masuk ke dalam pencobaan. Amin.
JANJI: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” --- Lukas 21:33
PUJIAN: Rumusan Syahadat kita akan akhir zaman, kita ucapkan sewaktu dibaptis, di awal Rosario, dalam Misa, berbunyi, “Aku percaya akan … ‘Kebangkitan Badan, Kehidupan Kekal’ (Credo Para Rasul).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ