BERTEKUN SELALU DALAM DOA
12 January 2023
Kamis, 12 Januari 2023
Ibrani 3:7-14
Mazmur 95:6-7, 8-9, 10-11
Markus 1:40-45
“Aku mau, jadilah engkau tahir.” --- Markus 2:14b
MANUSIA ADALAH mahkluk yang berkomunikasi, sediam-diamnya seseorang pasti akan mengucapkan sesuatu yang keluar dari mulutnya jika dirasa sangat penting. Begitupun hubungan antara orangtua dan anak.
Keintiman dalam komunikatif terhadap antar anggota keluarga akan terlihat dari cara berbicara dan tingkah laku antar anggota keluarga. Yang biasa menjadi contoh adalah ketika seorang anak membutuhkan sesuatu, entah itu penting atau tidak, biasanya tak henti anak tersebut untuk meminta, memohon kepada orangtuanya agar permintaannya dikabulkan dan betapa senangnya apabila permintaannya dipenuhi.
Seorang kusta dalam Injil Markus hidup bertekun di dalam doa. Koq bisa? Ya, karena kita tahu bahwa pada jaman itu, seorang yang berpenyakit kusta adalah orang yang dicap sebagai orang terkutuk dan dipandang sebagai hukuman dari Tuhan sebagai orang berdosa. Dan dalam hukum agama Yahudi dipandang najis, artinya orang itu kotor dan tidak layak menghadap Tuhan dalam ibadah, oleh karena itu keinginan untuk sembuh begitu besarnya sehingga membuat seorang kusta berusaha untuk terus bangkit dengan tidak jemu berdoa kepada Tuhan Allah sehingga pada suatu momen keinginannya untuk “hidup” kembali seperti orang normal terkabulkan dengan hadirnya Yesus didalam hidupnya.
Begitupun hubungan kita dengan Tuhan Allah yang adalah Bapa kita di surga, sampai sejauh mana komunikasi kita kepada-Nya melalui doa-doa yang kita sampaikan bukan melulu keinginan kita saja tetapi apa yang Tuhan mau sampaikan kepsds kits s atau kuperbuat untuk-Nya dan sesama, maka disitulah kesembuhan yang sebenarnya terjadi. (F4).
DOA: “Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu untuk menghadirkan Engkau di setiap musim dan waktu agar dapat kami lalui didalam kehidupan kami dengan penuh sukacita. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.”
JANJI: “Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita.” Mazmur 95:6
PUJIAN: St. Aelredus Abas, hidup antara tahun 1109-1167, dikenal sebagai kepala istana raja David dari Scotlandia. Pada tahun 1133 masuk biara Sisterian dan hidup bermatiraga keras. Terhadap biarawan-biarawan yang dipimpinya, Abbas berlaku murah hati, sehingga tak seorangpui rawasengn yang mau meninggalkan biara. Ini awa; dari ordo Trapis atu OCSO. Kita memiliki Pertapaan trapis si rawaseneng Jawa tengah dan di Flores. Anggotanya ada yang imam ada yang bukan imam, malaha awam juga.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ