BERTOBAT DAN PERCAYALAH KEPADA KRISTUS!
10 October 2022
Senin, 11 Oktober 2022
Galatia 4:22-24, 26-27, 31- 5:1
Mazmur 113:1-7
Lukas 11:29-32
“…Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” --- Lukas 11:32
Bertobat adalah sebuah perubahan hati dan pikiran serta sikap yang membawa kita lebih dekat kepada Allah. Berbalik dari dosa dan berpaling kepada Allah untuk pengampunan. Hal tersebut dimotivasi oleh kasih bagi Allah dan hasrat tulus untuk mematuhi perintah-perintah-Nya.
Ketika Allah melihat kejahatan dan dosa-dosa orang Niniwe, Yesus tergeraklah hati-Nya untuk mengutus Nabi Yunus untuk menyadarkan orang-orang Niniwe untuk bertobat dan kembali kepada kasih Allah. “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." (Yunus 1:2). Walaupun Yunus menolak perintah Allah, karena menurutnya, lebih baik semua orang Niniwe dibinasakan karena kejahatan yang mereka lakukan, akan tetapi karena kehendak Allah, Yunus akhirnya datang ke Niniwe dan memperingatkan seluruh orang di kota Niniwe untuk bertobat, jika tidak bertobat dalam 40 hari lagi, kota Niniwe akan ditunggang-balikan oleh Allah.
Mendengar perkataan Nabi Yunus, seluruh warga dan raja bahkan ternak-ternak mereka berpuasa dan berselubung kain kabung dan memohon pengampunan dari Allah. Akhirnya Allah tergerak hati-Nya untuk mengampuni mereka.
Dalam kisah Perjanjian Lama, Allah sering mengutus nabi-nabi-Nya untuk mengingatkan umat-Nya agar mereka bertobat dari segala kejahatan, hingga puncaknya, Allah mengutus sendiri Putra-Nya yang dikasihiNya yaitu Yesus Kristus agar manusia bertobat dan kembali kepada kasih Allah dan menerima keselamatan kekal. Kata Yesus kepada mereka: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15). Dan lebih ditekankan bahwa Yesus sanggup mengampuni dosa-dosa manusia, karena Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Hal ini dikatakan bahwa Ia lebih berkuasa daripada Yunus yang telah membuat orang-orang Niniwe bertobat.
Marilah kita yang sudah sering mendengar kisah nabi yunus kembali merefleksikan diri kita, apakah kita telah sungguh-sungguh mau bertobat segala perbuatan dosa-dosa kita? Bila belum, marilah kita menghampiri Allah dan dengan bantuan Roh Kudus, agar kita menyadari segala kelemahan dan kekurangan kita untuk memohon pengampunan dosa, dan percaya pada Yesus, Allah Yang Maha Rahim mengampuni segala dosa-dosa kita dan kita selalu hidup sebagai anak-anak Allah yang kudus dihadapan-Nya, serta berani untuk mengajak orang-orang di sekitar kita yang telah lama meninggalkan Yesus untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. sebab Yesus adalah Allah yang maha rahim dan pengampun bukan sekedar nabi seperti Yunus. (SIW).
DOA: “Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus, agar kami senantiasa bertobat dan mengakui segala kesalahan-kesalahan kami, agar kami layak di hadapan Tritunggal Maha Kudus, dan juga berilah kami keberanian untuk memberitakan kasih-Mu kepada orang-orang di sekitar kami yang telah meninggalkan-Mu karena berbagai alasan, agar mereka mau bertobat dan kembali percaya kepada-Mu.”
JANJI: “Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.” - Mazmur 113:3-4
PUJIAN: Paulus adalah salah satu Rasul yang paling berani mengabarkan keselamatan kekal bagi siapa yang mau menerima Kristus. Berbagai hambatan, musibah, hinaan, siksaan, sakit dan penjara tidak menyurutkan hatinya untuk berkobar-kobar mewartakan Kasih Kristus kepada bangsa Yahudi dan non-Yahudi. Walaupun akhirnya Ia harus mati di bawah pemerintahan Romawi, tetapi karena kasih dan perbuatannya, banyak orang bertobat dan diselamatkan, bahkan hingga sekarang Roma, kota yang berpelindung Santo Petrus dan Paulus khususnya Vatikan menjadi pusat dari agama Katolik. Yang tetap setia mewartakan pertobatan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ