BILA ANAK-ANAK BERKUMPUL
18 August 2018
Sabtu, 18 Agustus, 2018
Yeh 18:1-10, 13b, 30-32
Mzm 51:12-15, 18-19
Matius 19: 13-15
“Biarkanlah anak-anak itu; janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” --- Matius 19:14
PERNAHKAN KITA menghadiri anak-anak kitar berkumpul ikut dalam BIR “Bina Iman Anak”? Mungkin jawabannya, ‘ya’ pernah, atau ‘belum’ pernah. Ada baiknya mencoba! Anak-anak kecil kita seputar usia lima tahun, sejak dini, diperkenalkan pada Sabda Tuhan yakni Kitab Suci. Tentu mengajar anak-anak seusia itu dituntut kesabaran. Mendampingi mereka lebih banyak dengan gerak dan lagu daripada dengan pemahaman atau pengajaran, dan kita perlu memancarkan sukacita.
Di zaman Yesus, dalam masyarakat Yahudi, anak-anak seusia lima tahun, disiapkan untuk mempelajari Kitab Suci (Taurat Musa). Di masyarakat seputar kitapun demikian juga. Untuk menjadi ‘anak-anak soleh’ mereka diajar membaca al Qur’an. Anak-anak mengenal ‘Kitab Suci’-nya sejak dini. Demikian pula anak-anak kita, kita ajari ‘membaca Kitab Suci’! Untuk jelasnya, tentu kita menambah dengan cerita dan dongeng guna mendukungnya. Anak-anak kecil sangat terbuka hati dan budinya untuk hal-hal yang baik dan mulia, dan menangkap serta memahaminya dengan cara mereka. Kita sangat tersentuh dan gembira bersama anak-anak itu yang berkumpul dalam ‘Bina Iman Anak’!
Kiranya demikian juga sewaktu Yesus dikerumuni oleh anak-anak kecil. Tentu Yesus merasa ada hiburan dan kesejukan berada di tengah anak-anak itu, sesudah penah berhadapan dengan orang-orang Farisi dan orang-orang dewasa yang penuh ragu-ragu mendengarkan ajaran-Nya. Keterbukaan dan kepersahajaan anak-anak kecil seputar Yesus merupakan hiburan bagi-Nya.
Kita, orang-orang dewasa perlu melepas topeng-topeng diri kita, kepalsuan kita dan rasa curiga dan cenderung ketidak-percayaan kita, agar sukacita dan keceriaan dan kegairahan masa kanak-kanak kita, muncul kembali dalam hati kita. Dengan demikian kitapun akan lebih tanggap dan gembira menyambut pesan dan isi dari sabda-sabda Yesus sendiri.
Doa: Bapa, kami-kami ini anak-anak-Mu. Berlah kami hati seperti hati anak-anak yang masih polos dan sederhana dan tanpa kecurigaan.
Janji: “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” --- Mazmur 51:12
Pujian: Bu Sri selalu mengantar anaknya unuk mengukuti sekolah “Bina Iman Anak’. Ia menungguinya sampai selesai.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ