BILA ENGKAU BERKENAN …

26 June 2020

Jumat, 26 Juni 2020

2 Raja 25:1—12

Mazmur 137:1 - 6

Matius 8:1-4

 

“Aku mau, jadilah engkau tahir!” --- Matius 8:3

 

SEMBUHNYA ORANG KUSTA  ini adalah masalah ‘iman’. Ia sangat percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkannya, asal Dia berkenan. Menyadari bahwa hal itu tidaklah cukup, maka  ia harus melakukan sesuatu extra. Meskipun wajahnya jelek dan tubuh penuh penyakit kusta, ia putuskan untuk berani berjalan menerjang dan menerobos kerumunan orang menuju Yesus. Membutuhkan segala daya dan keberanian sampai ia bisa mengucap: ‘Tuan, bila Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku!’ Dan Yesus pun menganugerahi kepercayaan yang luar biasa itu, dengan segera kustanya lenyap dari tubuhnya. Tetapi ini bukanlah akhir dari kisahnya.

Setelah menyembuhkannya, Yesus meminta kepada orang itu untuk menunjukkan diri kepada para imam. Dan ini merupakan ujian berat berikut dari imannya, sebab rasanya tak  ada alasan bahwa sang imam mau percaya kepadanya. Perlu kita ketahui di Israel zaman Yesus, kusta atau lepra bukan sekedar ‘penyakit’. Penyakit lepra itu dianggap hukuman Allah terhadap dosa dia sendiri atau karena dosa dari keluarganya. Dan lagi bagi para imam, Yesus itu seorang bidaah, dan tak mampu menyembuhkan siapa saja. Karena yang sembuh itu beriman kepada Yesus, maka kesetiaannya akan hukum Taurat akan dipertanyakan. Tetapi bagaimana dia bisa menyembunyikan  kesembukannya itu ? Yesus sudah menyembuhkannya!

Dan bagaimana kita !? Apakah kita seperti orang lepra itu?

Seandainyapun kita tidak sembuh dari penyakit yang berat, toh kita telah menerima berkat dan rahmat berlimpah dari Allah ! Kita telah dibawa masuk ke dalam hidup baru, hidup di dalam Yesus Kristus. Dan Yesus juga ingin agar orang-orang tahu apa yang telah diperbuat Yesus pada kita! Tidakkah Yesus mengutus kita semua, “jadilah semua bangsa murid-Ku”! (Mat 28:19).

Setiap kali kita merayakan Sakramen Tobat, kita menghadirkan kembali kisah Injil. Ketika masuk ke ruang Tobat, seakan seperti orang lepra itu, yang didera oleh penyakit jahat,  datang menghadap Yesus mohon bantuan dan penyembuhan. Setiap kali kita menyambut Sakramen Tobat, Yesus menanggapinya dengan menyucikan kita kembali. Nah, sekarang tergantung pada kita. Kita mau “pergi dan memperlihatkan dirimu” – yakni dengan memberi kesaksian akan kerendahan hati, sukacita dan damai – kepada orang-orang di sekeliling kita.

Tak perlu kita berbicara banyak. Biarkanlah orang-orang itu melihat apa yang telah dilakukan Yesus terhadap diri kita. Kita berharap agar mereka tergerak hati mereka dan mencari Tuhan atas prakarsa sendiri!

 

DOA: Ya Tuhan, terima kasih sekali, karena telah berkenan membersihkan diriku dari dosa-dosaku dan tetap akan setia menyucikan diriku!

 JANJI:  “Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku. Biarlah lidahku melekat pada langit-langit, jika aku tidak mengingat engkau” --- Mazmur 137:5-6.

PUJIAN: Dalam pertemuan Persekutuan Doa (PD), sering sebelum penutup, diberi kesempatan peserta maju memberi kesaksian ‘apa yang Tuhan telah perbuat pada-nya’. Sebelum anggota PD maju, yang bersangkutan telah bicara dengan ‘team’ dan ‘team’-lah yang memutuskan apakah kisah penyembuhannya layak untuk di ‘sharing’-kan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.