BUKAN HANYA OMONG KOSONG …
06 December 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Yesaya 26:1-6
Matius 7:21.24-27
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." ---- Matius 7:21
SAYA TERINGAT satu peristiwa ketika mengantar sepupu saya ke Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta untuk pulang ke Tasikmalaya. Waktu itu terdengar suara para calo bus antar kota, yang menyerbu dan menanyakan tujuan kepada kita calon penumpang dan memaksa untuk naik ke bus yang ditunjukannya. Salah seorang calo bus itu langsung menggandeng sepupu saya dan meyakinkannya bahwa bus itu akan mengantar sepupu saya sampai ke tujuan. Calo itu juga dengan cekatan merangkul tas ransel dan bawaan sepupu saya masuk ke dalam bus lalu mempersilahkan sepupu saya duduk di deretan tengah agar nyaman. Setelah itu sang calo itu turun dan mencari calon penumpang lainnya lagi. Tiba waktunya bus berangkat sang calo tidak ikut berangkat melainkan tetap di terminal untuk melakukan hal sama lagi. Itulah pekerjaannya menawarkan jasa tanpa ikut berangkat ke tujuan bus seperti para penumpang.
Injil hari ini kurang lebih mau mengingatkan kita supaya jangan seperti sang calo dalam cerita di atas. Mereka tahu mana yang baik dan tepat, lalu mengarahkan orang lain tetapi dia sendiri tidak ikut sampai pada tujuan karena tidak ikut melakukan “perjalanan”. Tuhan Yesus mengatakan “Bukan yang hanya berseru kepada-Ku Tuhan...Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Tetapi bagi siapa saja yang mendengar dan ikut melakukan apa yang disabdakan Tuhan-lah, mereka inilah yang akan sampai pada tujuan akhir yaitu Kerajaan Sorga. Dengan kata lain, kita sendiri harus “ikut melakukan” perintah-Nya.
Ikut Tuhan untuk sampai ke tujuan juga tidak bersifat ‘instan’ (serta-merta). Karena bila kita mendirikan rumah di atas pasir, itu umumnya mudah, tinggal “tancep-tancep” tiang pondasinya. Tetapi begitu hujan badai masalah dating, pasir sebagai tumpuan rumah itu akan tergerus dan hanyut terbawa badai. Dan robohlah rumah itu. Seharusnya kita membangun rumah di atas batu karang. Suatu proses yang berat dan lama, tetapi hal ini akan membuat rumah kita kuat dan tetap kokoh, saat terjadi hujan badai.
Ikut Tuhan bukan hanya omong doang (omdo), tetapi harus berani menghayati sabda Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari. Memang hal ini berat dan melelahkan, tetapi percayalah jika kita melakukannya dengan setia, maka iman kita tidak akan mudah roboh diterpa oleh topan badai masalah, karena bangunan hidup iman dibangun di atas batu karang, yakni Firman Tuhan. Firman Allah yang tidak berubah dahulu, sekarang, dan selamanya. Dan pada akhirnya kita boleh masuk ke dalam kerajaan Sorga untuk menikmati kabahagian abadi.
Mau kah anda? Dan bersediakah juga anda untuk mengajak teman dan sahabat ebrbuat demikian ??? (STEV)
Doa: Bapa, kami bersyukur sebab Engkau mengingatkan serta menguatkan kami dengan janji-Mu. Kini saatnya kami untuk pergi melakukan kehendakMu seturut dengan firmanMu dalam hidup dan perkerjaan kami.
Janji: "Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan." ---- Mazmur 118:26a
Pujian: Kesetiaan dan keberanian para murid Yesus dalam mewartakan SabdaMu dan menghidupinya, menjadi teladan bagi kami. Dan ini membuat kami berani untuk diutus menjadi saksi-saksi Kristus.