BUKAN HANYA SEKEDAR MENDENGAR TETAPI MELAKUKANNYA
23 September 2023
Sabtu, 23 September 2023
1 Timotius 6:13-16
Mazmur 100:2.3.4.5
Lukas 8:4-15
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” --- Lukas 8:15
MENGAWALI HARI yang baru adalah suatu anugerah bagi kita semua. Kita dapat menghirup udara yang segar dan bahkan kita dapat dipertemukan kembali pada hari ini. Tahukah kita bahwa kesempatan yang telah berlalu tidak akan bisa terulang kembali lagi? Sebanyak apapun harta kekayaan yang kita miliki di dunia ini tidak akan pernah bisa memutar waktu kembali. Betapa singkatnya hari-hari hidup ini, Pemazmur sendiri mengatakan dalam Mazmur 103:15-16 bahwa : Adapun manusia hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Betapa menyedihkan nya jika kita menyia-nyiakan hari-hari hidup kita dengan hal yang sia-sia. Oleh karena itu kita harus mengisi hari-hari kita dengan hal yang berarti dalam hidup ini. Jangan sampai suatu saat nanti kita baru menyesal kenapa kita tidak melakukan apa yang berkenan di hadapan Bapa di surga. Lembar hidup yang baru yang Tuhan berikan hari ini mari kita penuhi dengan kesempatan hidup yang berarti dan bernilai dalam kekekalan.
Seperti pada saat ini kita bisa mendengarkan firman Tuhan itu adalah suatu anugerah dan momentum yang sangat berharga dalam hidup kita. Hendaknya kita menjadi pelaku Firman jadi bukan hanya sekadar mendengar saja tetapi yang lebih penting kita melakukannya dalam kehidupan kita. Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Injil Lukas 8 : 4-15 bahwa ada benih yang harus kita terima dan benihnya adalah firman Tuhan itu sendiri. Itu semua tergantung pada kita bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita hanya sekadar menjadi seorang pendengar saja dan setelah itu lupa? Hendaknya ketika setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan kita menghidupinya dalam kehidupan kita. Melakukannya merupakan hal yang terpenting supaya kita hidup oleh-Nya dan berbuah dalam kasih Kristus sehingga kita dapat melakukan apa yang berkenan di hadapan Bapa dan yang sempurna. Tahukah kita apa yang dimaksudkan oleh firman Tuhan tentang perumpamaan seorang penabur tersebut? Bahwa hanya Tuhan lah kehidupan kita satu-satunya yang kita butuhkan. Oleh karena itu mari kita terus mencari benih kebenaran dan memiliki lapar dan haus akan kebenaran tersebut sehingga hidup kita dibaharui dan menjadi anak-anak Allah yang berkenan dihadapan Bapa. Peka akan kebenaran firman Tuhan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap insan bagaimana kita meresponinya dan mengenakan kebenaran tersebut dalam kehidupan ini. Kebenaran firman ini sangat paralel dengan surat Timotius 6:13-16 dalam pesan penutupnya bahwa yang kita butuhkan hanya lah Tuhan, jangan sampai kita yang menjauhi dari padanya karena Tuhan sendiri tidak jauh daripada kita. Karena itu jauhilah kejahatan, kejarlah keadilan dan kenakan kasih persaudaraan sehingga kita berbuah dalam kasih Kristus. (SAM).
DOA: “Bapa, Engkau berbicara kepada kami dengan berbagai cara supaya kami dapat mengerti firman-MU dan hari ini kami di beri pengertian yang benar dan mendalam lewat perumpamaan tentang penabur yang mana kami berjuang agar hidup ini berbuah dan dapat menjadi pelaku firman. Amin.”
JANJI: “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”- Lukas 8:8
PUJIAN: Anni adalah anak sekolah dasar yang rajin dan tekun di sekolah nya. Bakat di bidang olahraga di tekuninya hingga setiap tahun dia menjuarai voli dan basket. Namanya mengharumkan sekolahnya, dia mendengarkan arahan dan bimbingan gurunya setiap pelatihan sehingga dia mampu melaksanakan bakat dan menjadi kebanggaan guru dan keluarga serta menjadi contoh dan teladan bagi siswa-siswi yang lain.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)