BUKAN MEMOHON TETAPI BERSYUKURUJUD RELASI KITA DENGAN TUHAN
29 January 2023
Minggu, 29 Januari 2023
Minggu Biasa Ke - IV
Zef 2:3,12-13;
Mzm 146:1-10
1Kor 1:26-31
JMat 5:1-12a
Dia yang tetap setia untuk selama-lamanya, yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang di peras, dan yang memberi roti kepada orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. Tuhan membuka mata orang-orang yang buta.
Mzm 146:78
Ada orang yang sharing demikian: “Ketika saya sedang sedih, kekurangan, banyak masalah, saya kerap sekali berdoa. Tempat-tempat ziarah saya kunjungi secara teratur. Ketika hidup saya sudah mapan, tidak ada banyak soal, saya justru jarang berdoa.” Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya sederhana, banyak orang mengartikan doa hanya sebagai ungkapan permohonan kepada Tuhan. Setelah semua permohonan dikabulkan, tidak ada alasan lagi untuk berdoa. Padahal, doa merupakan komunitas kita kepada Tuhan yang harus terus dijalin setiap saat.
Doa bukan hanya memohon, tetapi juga merupakan ungkapan syukur, terima kasih, pujian. Kita sendiri akan jengkel jika ada orang yang datang kepada kita hanya jika membutuhkan pertolongan. Jika tidak butuh pertolongan, menyapa pun tidak. Ini salah satu fakta yang melahirkan sabda-sabda bahagia yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Orang-orang miskin, berduka cita, haus akan kebenaran, murah hati, dianiaya oleh sebab kebenaran, disebut Yesus sebagai orang-orang yang berbahagia. Mengapa demikian? Karena mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan berani menggantungkan kebahagiaan hidup mereka kepada Tuhan. Ketika penderitaan oleh orang-orang di zaman Yesus dipandang sebagai hukuman Tuhan, sabda-sabda Yesus dalam Mat 5:1-12 ini sungguh mengejutkan. Di dalam penderitaan dan kesulitan justru orang berada pada posisi paling dekat dengan Tuhan. Kebahagiaan mereka adalah kebersamaan dengan Tuhan. Kita tidak usah menunggu penderitaan dan kesulitan datang untuk bisa dekat dengan Tuhan. Sungguh indah jika kedekatan dengan Tuhan itu kita jalin di setiap saat, entah dalam suka maupun duka.(HK)
DOA Semoga relasi kami dengan Tuhan dapat berkembang terus lewat doa pribadi, renungan dsn bacaan kitab suci.
JANJI Berbahagialah orang dianiaya oleh sebab kebenaran. (Mat 5:10)
PUJIAN Presiden Bung Karno proklamator kita sewaktu dalam pembuangan sering bergaul dengan para misionaris Belanda dan Ia sempat membaca Injil, Ia sangat kagum akan sabda bahagia dari Injil matius itu, hal ini sering diceritakan. Sedangkan di India, MahadMah Gandi bapa pendiri India juga membaca Injil sabda bahagia itu ia juga mengaguminya. Tetapi ia tidak tertarik untuk menjadi murid Kristus. Hal ini disebabkan ia sendiri menyaksikan orang-orang kulit putih yang menjajah India yang umumnya Kristen sama sekali tidak menghanyati sabda bahagia itu.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ