BUKTI KASIH YESUS KEPADA MANUSIA
30 September 2023
Sabtu, 30 September 2023
Zakharia 2:1-5.10-11a
Yeremia 31:10.11-12a.13
Lukas 9:43b-45
“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” --- Lukas 9:44
ITULAH KATA-KATA Yesus yang tidak gampang untuk dimengerti. Itulah ungkapan hati-Nya yang tidak mudah untuk dipahami. Kesulitan itu dirasakan bukan hanya kita zaman ini, tetapi juga para murid dan orang-orang pada zaman-Nya. Apa maksud Yesus dengan kata-kata tersebut. Untuk apa ungkapan itu disampaikan? Bermula dari tindakan Yesus yang sungguh mengagumkan kepada seorang anak yang kerasukan roh jahat. Berawal dari ungkapan cinta Yesus yang luar biasa kepada orangtua yang memohon belaskasih bagi anaknya. Orangtua anak itu tentu sudah berjuang pergi ke mana-mana, termasuk meminta para murid Yesus. Semuanya gagal total. Namun dengan teguran keras, Yesus menyembuhkan anak itu. Peristiwa penyembuhan itu menimbulkan rasa heran dari semua orang yang menyaksikannya.
Dalam situasi seperti itulah, Yesus menyampaikan nasib-Nya. Ia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Hidup-Nya sendiri akan menjadi sumber pembebasan bagi kuasa kejahatan. Nyawa-Nya akan menjadi bukti kasih-Nya untuk mereka yang berdosa. Hutang dosa kita manusia nantinya dibayar lunas oleh darah Yesus sendiri. Semuanya itu nanti ditunjukkan Yesus dalam korban salib-Nya. Semuanya nanti terpenuhi dalam peristiwa Paskah. Kuasa dosa akan dikalahkan. Kuasa kejahatan akan dihancurkan. Kerajaan setan akan dibinasakan.
Dengan demikian, Yesus adalah segalanya untuk kita. Dia memiliki kuasa untuk membebaskan kita dari belenggu kematian. Dia mampu melakukan segalanya untuk menebus kita dari kuasa dosa. Itulah sebabnya, kita diundang untuk belajar mencintai, belajar untuk berkorban. Kita hanya bisa mengerti kata-kata Yesus tadi dengan bahasa cinta. Kita hanya mampu memahami ungkapan hati Yesus dengan tindakan berkorban. Kita dipanggil untuk memberikan diri dalam hidup dan pelayanan kita. Kita diundang untuk mengorbankan segalanya, bahkan diri kita untuk ambil bagian dalam karya penebusan Yesus. Tuhan memberkati. (SB).
DOA: ”Tuhan Yesus Kristus, Raja Para Martir, Engkau telah menyerahkan nyawa-Mu untuk kami. Hal itu telah Kau tunjukkan dengan penderitaan dan wafat-Mu di kayu salib. Kuatkanlah kami dengan penderitaan-Mu, agar kami belajar berkorban demi kebaikan sesama kami. Semangatilah kami dengan wafat-Mu, agar kami belajar menyerahkan nyawa kami demi keselamatan sesama kami. Hanya dengan cara itulah, kami bekerja sama dengan Engkau menyelamatkan dunia. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, Amin.”
JANJI: “Dia yang telah menyerahkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan domba-Nya!” - Yeremia 31:10
PUJIAN: Santo Titus Brandsma (1881-1942) adalah seorang biarawan dan imam Karmelit Belanda. Di tengah situasi sulit (pengaruh Nazi Jerman), ia menjadi pejuang keadilan dan perdamaian. Ia membela mati-matian pendidikan dan surat kabar Katolik untuk tetap mempertahankan kekatolikannya. Perjuangannya membawa resiko besar, yaitu nyawanya sendiri. Ia pernah berkata, “Saya sama sekali tidak takut. Hidup kita berada di tangan Tuhan. Saya memang sedikit tidak tenang, tetapi saya tidak akan lari bersembunyi, itu tidak pernah saya pikrkan.” Pada tanggal 19 Januari 1942, Titus Brandsma ditangkap dan dipenjarakan dari satu penjara ke penjara yang lain. Akhirnya, ia meninggal di kamp konsentrasi di Dachau (Jerman) pada tanggal 26 Juli 1942, sebagai seorang martir.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)