BUNDA MARIA – BUNDA GEREJA
01 June 2020
Senin, 1 Juni 2020
PW SP Maria, Bunda Gereja
Kejadian 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14
Mazmur 87: 1-2,3.5.6-7
Yohanes 19: 25-34
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”. Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” ---- Yohanes 19:26-27
BUNDA MARIA memiliki banyak ‘gelar’. Yang paling kuno Maria disebut sebagai “Bunda Allah”. Dalam Doa Salam Maria, bait kedua. “Salam Maria, Bunda Allah…”. Maria patuh taat kepada kehendak Allah. Ia bersedia menjadi ‘hamba Tuhan’ dalam rangka karya keselamatan umat manusia yang jatuh ke dalam dosa, karena ketidak-ketaatannya. Dengan menyatakan “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu”, Maria mengandung oleh kuasa Roh Kudus.
Maria adalah ibu Yesus. Pada saat menjelang wafat tergantung di kayu salib, Yesus berkata kepada Ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”, kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” (Yoh 19:26-27). Maria dan Yohanes bersama dengan beberapa orang lain berada di kaki salib untuk memberi kekuatan kepada Yesus, namun yang terjadi justru sebaliknya, Yesus malah menghibur dan memberi mereka kekuatan. Ia memikirkan keselamatan Maria, ibu-Nya, maka Ia serahkan kepada Yohanes, murid-Nya. Ia memikirkan keselamatan Yohanes, murid-Nya yang mewakili kita semua sebagai calon pengikut-Nya bahwa kita memiliki Maria sebagai Bunda kita.
Dan menjelang hari Pentakosta, dalam Kisah para Rasul, dikatakan, para murid berkumpul sehati dan sejiwa. Mereka bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus (Kis 1: 14). Maria adalah tokoh yang telah menerima Roh Kudus sejak saat dirinya mengandung. Semuanya itu mengajak kita untuk menyadari bahwa Maria tidak hanya mengandung dan melahirkan Yesus, tetapi juga mengandung dan melahirkan para murid Yesus, yakni kita, Gereja. Maka tepatlah waktu kepada murid yang dikasihi-Nya mewakili Gereja, Yesus berkata: “Inilah ibumu!”
Karena kepatuhan Maria, kita menerima penebusan oleh Putera-nya, dan kita menjadi anak-anak Maria dalam tata rahmat. Maka kita menghormatinya, kita memohon perlindungannya. Dalam Konsili Vatikan II, ulasan tentang Maria masuk ke dalam Dokumen tentang Gereja, (Lumen Gentium - Terang Bangsa-bangsa, no. 52-69), kita diminta tidak hanya memiliki kebaktian kepadanya tetapi lebih-lebih meneladan Bunda Maria, pola hidupnya, khususnya dalam iman, ketaatan dan ketabahan serta semangat berbagi warta keselamatan. Bagaimana kita dalam hal ini? Berapa orang, karena perjumpaan dengan kita, lalu mengenal dan menerima Yesus?
Juga dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK no. 963-975), antara lain kita diharapkan sekali bersama Bunda Maria dan para Rasul, memohon datangnya urapan Roh Kudus, bagi kita warga Gereja, agar kita berani menjadi pewarta Kabar Gembira dan saksi iman sebagai putera-puteri Gereja. Siapkah kita menjadi pewarta dan saksi-saksi sebagai warga Gereja di sini dan saat ini? (HS)
DOA: Bapa, jadikan kami murid yang dikasihi Yesus, menerima Maria sebagai bunda kami dan kami menghormatinya, sebagai Bunda Tuhan dan Juru Selamat kami.
JANJI: ”Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan, dan Maria, ibu Yesus” --- Kisah para Rasul 1:14
PUJIAN: Dalam Doa Litani kepada Santa Perawan Maria, gelar sebagai “Bunda Gereja” diserukan setelah sebagai “Bunda Kristus”. Paus Paulus VI, mengesahkan Dokumen yang sangat penting tentang Gereja (Lumen Gentium), tanggal 21 November, 1964. Saat itulah pula, Paus memberi wejangan kepada semua peserta Konsili. Dalam wejangan itu Paus menyebut Maria.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ