BUTA TAPI MELIHAT
04 December 2020
Jumat, 4 Desember 2020
Yesaya 29:17-24
Mazmur 27:1, 4, 13-14
Matius 9:27-31
Ketika YESUS meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” ---- Matius 9:27
MATA BUTA tidak bisa melihat keindahan dunia, hati buta tidak bisa melihat kebesaran Allah.
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya, kedua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
Anak Daud, mereka mengatakan itu karena dalam Perjanjian Lama dinubuatkan akan muncul seorang Mesias dari keturunan Daud. Walaupun mereka belum pernah melihat, bertemu dan mendengar sendiri, tapi mereka telah mendengar dari orang-orang sekitarnya tentang Yesus, yang membuat mukjizat-mukjizat. Kedua orang buta itu yakin Yesus itulah yang merupakan apa yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama, Yesus adalah penggenapan janji Allah. Mereka percaya bahwa Yesus sanggup menolongnya, maka mereka mengikuti Yesus dan berseru-seru kepada-Nya ‘kasihanilah kami!’.
Iman sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Imanlah yang mendorong seseorang untuk selalu dekat dengan Allah penciptanya. Imanlah yang mendorong kita untuk bersikap rendah hati di hadapan Allah, dan membiarkan Allah untuk berkarya dalam diri kita. Tanpa iman kita tidak dapat merasakan kasih Allah, tanpa iman kita tidak bisa melihat kebesaran kuasa Allah.
Sikap kedua orang buta ini patut menjadi teladan bagi kita semua, bagi kita yang khususnya sudah dibaptis menjadi murid Kristus tapi belum mengikuti-Nya dari dekat. Iman kedua orang ini melampaui kebutaan matanya untuk melihat kebesaran kuasa Allah.
Sebagai pengikut Kristus, kita juga perlu memupuk iman kita untuk mengatasi kebutaan hati kita sehingga kita dapat melihat terang ilahi yang dapat menyembuhkan dan menuntun kita dalam peziarahan hidup ini. (PIN)
DOA: Ya Allah, berikanlah iman kepadaku dan bukalah mata hatiku agar aku bukan hanya dapat melihat keindahan dunia tetapi juga bisa melihat kasih dan kebesaran kuasa-Mu dalam hidup ini.
JANJI: “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat”. ---- Yesaya 29:18
PUJIAN: St Barbara (+306) adalah seorang wanita muda yang meninggal sebagai martir di Yunani. Karena mempertahankan imannya akan Yesus, ia wafat dipenggal lehernya. Barbara ditetapkan sebagai pelindung bagi orang-orang yang berjuang untuk mempertahankan imannya. Dalam pesta Liturgu, Namanya tidak muncul lagi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ