BUTUH TELADAN BAIK
03 April 2020
Jum'at, 3 April 2020
Yeremia 20:10-13
Mazmur 18:2-3a, 3bc-4, 5-6, 7
Yohanes 10:31-42
"Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku" — Yohanes 10:37
TELADAN PERBUATAN baik yang dilakukan Yesus dan pernyataan yang menunjukkan Yesus sebagai Anak Allah sebagai kesatuan-Nya dengan Bapa menjadikan orang-orang Yahudi marah kepada Tuhan, karena mereka tidak mempercayai apa yang dikatakan dan dilakukan Tuhan Yesus.
Dan kita? Sebagai anak-anak Allah dan sebagai orangtua Katolik, yang telah mengucapkan janji mendidik anak-anak dalam iman katolik, kita tidak perlu banyak berkata-kata mengajarkan tentang sabda Tuhan kepada anak-anak kita, atau menyuruh anak-anak rajin ke gereja, berdoa dan membaca kitab suci, mengasihi dan mengampuni. Mereka lebih dulu perlu teladan. Biar mereka melihat orangtua berdoa, membaca Kitab Suci, mengajak anak-anak Ibadat Ekaristi! Itu cara yang jitu mewariskan nilai-nilai iman kepada anak-anak. Biar anak-anak merasakan kehadiran Tuhan Yesus dalam hidup keluarga.
Orangtua harus menjadi teladan lebih dulu dengan melakukan perbuatan kasih, kebaikan Tuhan, membawa keluarga kepada Tuhan dengan bersama-sama mengikuti perayaan Ekaristi di hari Minggu, berdoa dan membaca Kitab Suci dengan Tuhan Yesus. Dengan teladan keterlibatan orangtua dalam kegiatan Lingkungan dan Paroki, anak-anak yang melihat dan mengalaminya, tentu akan meneladan contoh hidup orangtuanya. (MG)
DOA : Tuhan Yesus, curahkan kasih-Mu bagiku sehingga hidupku menjadi pribadi yang makin serupa dengan-Mu dalam kata dan tindakan, sehingga sesamaku mengalami perjumpaan pribadi dengan-Mu sendiri. Amin.
JANJI : "Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat." — Yeremia 20:13
PUJIAN : Seorang ayah yang hidupnya hancur karena terpuruk dalam dosa, ketika bertobat, membawa keluarga kepada Tuhan dengan mengubah pola hidupnya menjadi teladan kehadiran Tuhan Yesus. Perubahannya itu membuat relasi dengan anak-anaknya diperbarui sehingga mereka berprestasi dalam studi dan hidup keluarganya mengalami berkat Tuhan.
Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ