CINTA KASIH DI ATAS SEGALA ATURAN

04 September 2021

Sabtu, 4 September 2021

Kolose 1:21-23

Mazmur 54:3-4, 6 dan 8

Lukas 6:1–5


“Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Lukas 6:5


MAKNA SABAT dalam agama Yahudi sangat sempit, kaku sebatas arti kata Sabat itu sendiri dalam bahasa Ibrani, yaitu:istirahat. Mereka menarik pengertian dari kisah penciptaan oleh Allah, di mana selama enam hari Allah bekerja dan selesai mencipta segala sesuatu, dan pada hari ke-7 Allah berhenti bekerja Mereka mengartikan hari ini sebagai hari Tuhan ‘beristirahat’.

Dalam Perintah ke-3 dari 10 Perintah Allah tertulis :Kuduskanlah hari Tuhan. Maka, terpolalahdalam adat istiadat Yahudi, bahwa setiap hari ke-7 mereka tidak boleh bekerja melakukan apapun, termasuk tindakan menolong sesama. Mereka harus patuh akan larangan itu. Pikiran mereka diliputi kegelapan dan mereka tidak memahami kehendak Allah. Perintah tentang hari Sabat lebih berdampak mengikat diri mereka sendiri atau orang lain pada larangan dan mengabaikan kasih terhadap sesama.

Yesus datang untuk membuat manusia memahami kehendak Allah. Keutamaan Yesus adalah semua yang ada pada Allah ada pada-Nya, Ia memahami seluruh kehendak Allah Bapa-Nya. Hari Sabat dijadikan Allah dengan tujuan mulia, agar manusia berhenti sejenak dari segala perkara dunia untuk datang mendekat kepada-Nya, bersekutu dalam kasih, bersukacita, bersyukur dan memuliakan Allah.

Keutamaan Yesus juga adalah cinta kasih. Yesus yang disebut Anak Manusia, Sang Mesias (Yang terurapi atau Kristus), adalah Tuhan atas hari Sabat (Luk 6:5). Dengan pernyataan-Nya ini Yesus mengajarkan kepada kita bahwa cinta, kasih (terhadap Allah maupun sesama) haruslah lebih utama jauh di atas kepentingan hari Sabat itu sendiri, sebab Allah menciptakan hari Sabat untuk kepentingan dan kebahagiaan manusia.

Setelah wafat dan kebangkitan Kristus, pikiran manusia terutama yang telah menjadi murid-Nya menjadi terang benderang dan memahami arti hari Sabat yang sebenarnya. Hari Sabat lebih dikenal sebagai hari Tuhan, dan tidak lagi jatuh pada hari ke7, melainkan pada hari pertama yaitu hari Minggu, hari kebangkitan Kristus atau ‘Dies Dominica’– Harinya Tuhan. Yesus telah rela mati demi cinta kasih kepada manusia, perintah Allah mengenai hari Sabat telah disempurnakan di dalam Kristus.

Sekarang, sebagai umat Kristiani, kita merayakan dan menguduskan hari Minggu sebagai hari Tuhan, hari kita bersekutu bersama sesama umat, sujud beribadah dalam Ekaristi, mendekat kepada-Nya. Dan kita tetap dapat bekerja melakukan hal-hal baik lainnya:mengunjungi sanak keluarga, teman, menolong mereka yang memerlukan. Demikian sehingga suatu saat kelak kita berhenti dan masuk dalam peristirahatan bahagia abadi bersama Tuhan kita. (VLB)

DOA: “Tuhan Yesus bimbinglah kami dalam terang Roh Kudus agar kami selalu dapat lebih mengutamakan cinta kasih di atas segala kepentingan aturan apa pun. Amin.”

JANJI: “Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak tergoncang dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil yang telah kamu dengar.” Kolose 1:23

PUJIAN: Para pendidik kristiani tidak mengeluarkan murid-murid peserta didiknya ketika mereka melakukan pelanggaranpelanggaran berat di sekolah, tetapi mereka memilih untuk meningkatkan pendidikan moral serta pengawasan mereka terhadap anak-anak didik tersebut dan menerapkannya dengan kasih.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.