CINTA UNTUK RUMAH-MU
09 November 2021
Selasa, 9 November 2021
Pemberkatan Gereja Basilika Lateran
Yehezkiel 47:1-2,8-9,12
Mazmur 46:1-3,5-6,8-9
1 Korintus 3:9c-11, 16-17
Yohanes 2:13-22
"Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis “Cinta untuk rumah-MU menghanguskan Aku” --- Yohanes 2:17
KISAH INJIL hari ini mengungkapkan betapa kecewanya Yesus ketika melihat rumah Allah yang harusnya menjadi pusat ibadah, berubah menjadi pusat jual-beli ternak dan penukaran uang. Tentunya ini bukan soal mengotori Bait Allah, tetapi meremehkan fungsi tempat Ibadah. Ini sama saja melecehkan kehadiran, kuasa dan kekudusan Allah sendiri.
Ada ahli yang menafsir lain. Tindakan Yesus yang agresif ini: Ia membuat cambuk dari tali mengusir para pedagang, menjungkir-balik meja penukar uang, adalah tindakan profetis, yakni gambaran akan adanya ancaman bahaya hancurnya Bait Suci. Kita ingat nabi Yeremia menubuatkan tepat hancurnya Bait Suci pertama, yakni di tahun 587 sebelum Masehi. Di zaman Yeremia umat berlaku dusta, mencuri, membunuh, berzinah, bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan melakukan perbuatan keji lalu datang ke Bait Suci menyerukan Nama-Nya. Ini suatu pelecehan.
Bagi Yeremia, mereka menjadikannya Bait Suci sebagai ‘sarang penyamun’ (Yer 7:8-11), yang sama sekali tak layak bagi tempat hadir-Nya Allah. Dan Yesus sendiri mengatakan juga rumah Tuhan sudah menjadi sarang penyamun, sarang orang-orang yang mencari keuntungan di dalamnya. Di zaman Yesus gejala kebobrokan pengelolaan Bait Suci itu terulang lagi. Dan apa yang membuat rasa was-was bagi Yesus benar-benar terjadi di tahun 70, tidak hanya Bait Suci tetapi seluruh kota diluluh lantakan oleh tentara Romawi.
Tetapi, meski Bait Suci sudah ratusan tahun dihancurkan, Ibadah kepada Allah tetap berjalan terus. Yesus memiliki umat baru yakni kita dan cara beribadah yang baru
Yesus mengajak kita untuk mencintai rumah Tuhan dengan cara ikut bersama-Nya membersihkan bait Allah dan mengembalikan fungsinya sebagai tempat beribadah kepada Allah dengan merayakan Ekaristi, yang Yesus tinggalkan kepada kita sebagai kenangan kasih Allah kepada dunia.
Dan secara spiritual kita juga diajak Tuhan untuk terus-menerus menjaga kebersihan, kesucian Bait suci yang ada dalam diri kita sendiri, dengan menjaga hati, pikiran serta kehendak kita sehingga kita selalu kedapatan layak beribadah kepada-Nya.
Bahkan sampai saat sekarangpun, Tuhan masih menyerukan dan melakukan hal yang sama, yakni agar kita terus berusaha menyucikan diri kita, diri anda dan saya, semua orang yang percaya kepada-Nya, agar tetap pantas menjadi Bait-Nya. Dan juga agar kita tetap pantas boleh berkumpul bersama menghadap Meja Sabda dan Meja Perjamuan, mengenang Karya Penebusan-Nya. (Jerus).
DOA:Ya Tuhan Yesus, bantulah kami dengan rahmat_Mu untuk semakin mencintai rumah-Mu dan semakin tekun membersihkan serta menyucikan hati kami.
JANJI: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” Mazmur 46:2
PUJIAN: Dalam suatu pertemuan Lingkungan Pak Vincent memberi kesaksian yang menarik. Dulu ia merasa hidupnya hambaradul, tiap malam berdugem dengan teman-temannya.
Suatu ketika ia diajak teman untuk Rekoleksi Akhir Pekan. Pada penutupan Rekoleksi, ia merayakan Ekaristi. Di situ Pastor mengutip suatu ayat, yang berbunyi: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Kor 3:16).
Ayat itu terasa menyambar diri Vincent. Roh Kudus menyadarkan Vincent. Ia sekarang rajin beribadah setiap minggu. Ia menyadari bahwa tubuhnya adalah “Bait Allah” yang perlu ia jaga kekudusannya.