DAMAI dan KESELAMATAN
04 December 2022
Minggu, 4 Desember 2022
Minggu Advvent II
Yesaya 11:1-10
Mazmur 72:1-2,7-8,12-13,17
Matius 3:1-12
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!“ --- Matius 3:2
KEDATANGAN TUHAN YESUS merupakan Kabar Gembira bagi Umat manusia, karena di dalam Dia ada keselamatan kekal. Namun untuk menggapai keselamatan yang diwartakan Yesus, manusia perlu merubah cara hidupnya, dari hidup yang berpusat pada diri sendiri menjadi hidup yang berpusat pada Allah dan mau hidup menurut kehendak-Nya. Untuk itu manusia perlu bertobat dan hidup dalam pertobatan itu sendiri. Dan inilah satu-satunya cara yang harus dilakukan untuk memperoleh keselamatan.
Yohanes Pemandi pembaptis ketika sedang berada di danau Galilea, menyerukan tentang pertobatan kepada semua orang yang datang kepadanya. Pertobatan merupakan cara untuk mempersiapkan diri untuk menyambut keselamatan yaitu dalam diri Yesus itu sendiri. Pertobatan sejati hendaknya diikuti dengan tindakan nyata yang menghasilkan buah-buah pertobatan itu sendiri. Pertobatan sejati merupakan perubahan arah hidup dari manusia lama menuju manusia baru yang dipimpin Roh Kudus kepada Yesus.
Allah menawarkan keselamatan kepada setiap kita. Melalui peristiwa kelahiran Putera-Nya, Allah ingin secara langsung menyapa kita dan mewartakan keselamatan itu sendiri sebab Allah sungguh mengasihi kita dan ingin agar kita selamat. Pilihan ada di tangan kita: maj menerima atau masa bodoh, Jikalau kita mau dan ingin diselamatkan maka, hiduplah dalam semangat pertobatan sejati dan terus tinggal dalam-Nya. (PTR).
DOA: “Tuhan Yesus baharui aku selalu dengan Roh Kudus-Mu agar aku dapat hidup dalam pertobatan sejati.”
JANJI: ”Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan!” - Matius 3:12
PUJIAN: Ada seorang anak muda, Roberth namanya. Dalam kehidupannya dia sering membantu orang-orang untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan. Namun disisi lain ada beberapa hal yang dilakukannya yang tidak berkenan dihadapan Tuhan sebagai seorang Kristen yaitu dia sering mabuk, judi, dan main perempuan. Ini semua dilakukannya sebab dia memiliki banyak uang. Dia menceritakan hal ini semua kepada dua orang pendoa dari kelompok doa kategorial Karismatik Katolik, yang diminta untuk datang kerumahnya ketika dia mengalami sakit yang membuat dia tidak berdaya. Setelah mendengar semuanya itu kedua pendoa tersebut menasehatinya dan menjelaskan sedikit mengenai hal-hal yang berkaitan dengan iman sebagai seorang Kristen Katolik. Setelah mendengarkan apa yang disampaikan, dia menyesal akan apa yang telah dia lakukan yang tidak baik selama ini, dia berjanji tidak mengulangi lagi. Kemudian diajak untuk doa bersama dan kedua pendoa tersebut menumpangkan tangan keatasnya. Setelah selesai doa bersama, dia bercerita saat pendoa menumpangkan tangan itu, dia seperti melihat cahaya putih menghampirinya. Dan sejak saat itu dia berjanji untuk bertobat dan mau hidup jadi pelayan Tuhan. Puji Nama Tuhan Yesus yang luar biasa berkarya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ