DAPATKAH KAMU MEMINUM CAWAN YANG HARUS YESUS MINUM?
03 March 2021
Rabu, 3 Maret 2021
Yeremia 18:18-20
Mazmur 31:5-6, 14, 15-16
Matius 20:17-2
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” --- Matius 20:26
DALAM ACARA atau perayaan istimewa, panitia biasanya menyediakan tempat duduk khusus di deretan depan ruangan acara/perayaan tersebut. Hal itu dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada tamu undangan khusus, sekaligus menjadi kebanggaan bagi pihak penyelenggara perayaan. Sebagai pengikut Yesus, mari kita jawab dalam hati kita masing-masing. Satu pertanyaan dari Yesus untuk kita semua: “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Ku-minum?” Meminum cawan yang Yesus minum, berarti kita siap menerima konsekuensi sebagai murid atau pengikut Kristus.
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, di tempat kerja ataupun dalam pelayanan kita di gereja dan di manapun kita berada, bagaimanakah sikap dan tindakan kita bila kita tidak dihargai? Persiapan yang menguras tenaga dan pikiran, bisa dinilai buruk, gagal, tidak diterima oleh orang-orang di sekitar kita. Apa yang kita sudah lakukan secara maksimal, malah dicela ataupun tidak dipandang sama sekali oleh temanteman kita. Bahkan kebaikan kita dibalas dengan kejahatan, keramahan dibalas dengan nada yang kasar. Inilah separuh bagian dari cawan yang mungkin harus kita minum. Berkat rohani yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada pelaku firmanNya adalah ketika kita meminum cawan itu, ingatlah bahwa kita tidak sendirian. Kita telah mengetahui bahwa pada waktu Yesus meminum cawan, yang sebenarnya adalah menanggung beban kita semua.
Pandanglah Yesus bila kita menerima cawan yang harus kita minum. Dia sudah melakukannya terlebih dulu. Kekuatan dan penjagaan dari-Nya, pasti Ia berikan kepada setiap anak-anak-Nya. Marilah kita bersyukur kepada-Nya! (LS)
DOA: “Bapa di Surga, terima kasih untuk Yesus Putra-Mu, yang memberi kami kekuatan dan selalu membimbing kami untuk senantiasa berjalan di jalan-Mu.”
JANJI: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Lukas 14:11
PUJIAN: Santo Marinus tetap mempertahankan imannya, meskipun harus mengorbankan nyawa. Ketegasannya ini mengakibatkan kematiannya sebagai seorang martir.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ