DATANGLAH YA ROH KUDUS
31 May 2020
Minggu, 31 Mei 2020
Hari Raya PENTAKOSTA
Kisah Para Rasul 2:1-11
Mazmur 104:1ab,24ac-30,31,34
1 Korintus 12:3b-7,12-13
Yohanes 20:19 – 23
“Ia (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus” --- Yohanes 20:22
DALAM PERBINCANGAN Perjamuan Malam, Yesus menjanjikan Roh Kudus, ‘Aku akan mengutus Dia kepadamu’ (Yoh 16:7). Janji Yesus mengutus Roh Kudus ini membawa kita dari Paska ke peristiwa Pentakosta. Itu membentuk jembatan antara kedua peristiwa agung.
Peristiwa Pentakosta ini membawa kita kembali ke ruang atas, di mana sebelumnya Yesus menjanjikan turun-Nya Roh Kudus. Dan di tempat itu pula untuk pertama kali para murid berjumpa Yesus kembali hidup yang telah bangkit mulia. Yohanes berkisah di saat datang kepada para murid, Yesus menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Mereka melihat dan mengamati luka-luka Yesus – yang telah dimuliakan-. Itu menggetarkan hati mereka.
Tak sukar untuk menyaksikan karya Roh Kudus di sini. Ya Roh Kudus-lah yang menunjukkan kepada para murid bahwa Yesus tidak hanya sekedar hidup kembali dari kematian, tetapi sebenarnya menunjukkan bahwa Yesus benar-benar telah mengalahkan maut, dan dinyatakan sebagai Tuhan atas surga dan bumi. Roh Kudus pula yang membuat para murid menyadari – dengan menyaksikan luka-luka pada tubuh-Nya yang mulia itu – mereka pun dapat dipenuhi dengan hidup ilahi, tepat seperti Guru-Nya. Dan pewahyuan ini membuat para murid sangat senang penuh sukacita.
- Roh Kudus ingin memberi pewahyuan yang sama kepada kita semua. Dan inilah Pentakosta : melihat Diri Yesus dalam bentuk yang benar-benar baru.
- Kalau kita berdoa, bila kita menghadiri Ekaristi, Roh Kudus ingin mewahyukan kepada kita – kasih-Nya , kerahiman-Nya dan kuat kuasa-Nya.
- Roh Kudus ingin merobohkan tembok yang membuat kita terus berada dalam pengertian yang sempit dan dangkal akan rencana agung Allah.
- Ia ingin sekali melakukan ini supaya Ia dapat membentuk kita menjadi umat yang terbakar akan kasih kepada-Nya dan hasrat kerinduan besar untuk membawa Kabar Gembira kepada dunia yang terluka.
Tak perlu takut akan Roh Kudus. Memang Ia datang membawa api, tetapi tiada lain itu untuk membakar habis semua hal yang menjauh- kan kita dari Yesus. Kita membawa banyak ‘beban’ di dalam hati kita – yakni: rasa takut, was-was dan penolakan. Tetapi berkat Salib, Roh Kudus ingin meringankan beban kita itu sehingga kita bisa berjumpa dan memeluk Yesus, sebagai Penyelamat kita yang adil dan penuh kasih. Dia menginginkan dan mengharapkan sekali agar kita selalu dalam keadaan sejahtera lahir dan batin.
DOA: Ya Yesus, aku ingin sekali bersukacita dan bergembira karena-Mu sebagaimana para murid bersukacita sewaktu melihat-Mu.
JANJI: “ ‘Damai sejahtera bagi kamu!’. Sesudah berkata demikian Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka!” --- Yohanes 20:19-20
PUJIAN: Paus Fransiskus meminta Umat Katolik, sepulangnya menghadiri Misa selalu berwajah cerah dan gembira, jangan seperti wajah orang yang baru kembali dari penguburan.