DENGAN BANYAK KATA – DOA DIKABULKAN?
23 February 2021
Selasa, 23 Februari 2021
Yesaya 55:10-11
Mazmur 34:4-7, 16-19
Matius 6:7-15
“Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan” ---Matius 6:7
ADA UMAT yang kurang sependapat dengan Doa Rosario, di mana “Bapa Kami” dan “Salam Maria” diulang-ulang. Itu bertele-tele. Itu bertentangan dengan sabda Yesus. Dan doa yang bertele-tele yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah yang benar zaman Yesus menjadi alasan Ia mengajar kita “Doa Bapa Kami”. Sebenarnya Doa Rosario bukanlah doa yang ‘bertele-tele’. Doa-doa yang sejenis seperti Novena 3 X Salam Maria dan Doa Novena-novena lain yang diulang-ulang, itu bukan doa yang bertele-tele. Doa Salam Maria 10x dan disusul dengan Bapa Kami dan Kemuliaan, yang diulang sampai lima kali, betulkah orang Katolik menganggapnya sebagai ‘doa yang banyak kata-kata’ ? Dan dianggap doanya akan ‘dikabulkan’?
Umat Katolik sama sekali tidak berpandangan demikian! Kita berdoa Rosario bukan demi Allah tetapi demi kita, karena merupakan salah satu cara yang telah teruji, yang membantu kita untuk ‘tekun berdoa’. Paulus menasehati kita untuk “Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal…” (1 Tes 5: 17-18). Umat Gereja Perdana “bertekun dengan sehati dalam doa bersama” (Kis 1:14), “bertekunlah dalam doa” (Rm 12:12; Kol 4:2).
Dalam Injil,
- Yesus bernarasi suatu perumpamaan tentang “Hakim yang tak benar dan janda terus menerus meminta keadilan”, untuk “menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tak jemu-jemu” (Luk 18: 1-8).
- Doa diulang-ulang itu bentuk konkrit perintah Yesus dalam doa “mintalah… carilah… ketoklah pintu” (Luk 11: 9-10).
- Kisah Bartimeus orang buta berseru berulang kali dan keras sampai ditegor orang-orang (Mrk 10:46-52).
- Kita dinasehati untuk “berjaga-jaga”; diumpamakan sebagai hamba yang menanti tuannya datang dan tidak tahu kapan, jangan sampai bila ia datang kita didapatinya tertidur (Mrk.13:33-37). Berjaga-jaga dengan menunggu dan berdoa, berdoa tanpa henti dan berulang-ulang.
Dalam berdoa Rosario atau Novena atau doa-doa apa saja yang kita ulang-ulang dan terus-menerus, bukan doa ‘yang bertele-tele’ dengan banyaknya kata-kata, diharap, doa kita dikabulkan. Ribuan kata-kata tak memiliki kuasa ‘terkabulnya permohonan’, tetapi kuasa iman di balik doa-doa kita kepada Allah Bapa. Kalau “kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anaknya, apalagi Bapamu yang di sorga…” (Luk 11:13).
DOA: Ya Yesus tolonglah daku raji menjaga semangat penuh doa sejati.
JANJI: “Apabila orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar dan melepaskan dia dari segala kesesakan”--- Mazmur 34:18
PUJIAN: Di Indonesia sudah ada “Komunitas Meditasi Kristiani”. Para angotanya mempraktekkan dan mengajarkan Meditasi Kristiani ini. Seperti ‘Doa Yesus’, dalam Meditasi ini umat mengucapkan kata seperti suatu ‘mantra’, berujud satu kata atau satu kalimat dari Kitab Suci, yang diucapkan perlahan, berulang seirama dengan nafas. Sebagai contoh kata “Ma-ra-na-ta”.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ