DENGARKANLAH !
27 January 2021
Rabu, 27 Januari 2021
Ibrani 10:11-18
Mazmur 110:1-4
Markus 4:1-20
“Ada seorang penabur keluar untuk menabur…(benih)” --- Markus 4:3
DALAM DUNIA Kapal Laut, dikatakan, kalau nahkoda kapal mengucapkan informasi yang sangat penting, dimulai dengan kata “Dengarkanlah!” Dan semua kegiatan di kapal itu berhenti dan memperhatikan sekali ucapan sang nahkoda, apa yang menjadi informasi gawat saat itu yang perlu dicamkan!
Demikan pula dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memulai dengan kata “Dengarkanlah!” Yesus menghendaki agar semua saja mendengarkan baik-baik apa yang Ia katakan, “Seorang penabur pergi keluar untuk menabur…”.
Mungkin anda lalu berpikir-pikir, anda masuk kelompok yang mana : ‘tanah pinggir jalan’, ‘tanah yang berbatu-batu’, ‘tanah bersemak duri’, atau ‘tanah yang baik’? Tiga yang pertama, jelas itu adalah tanah yang sama-sama tidak subur bagi ‘benih yang ditaburkan’. Tetapi yang dimaksud Yesus yakni orang yang berada dalam Kerajaan Allah itu semuanya ‘seperti tanah yang subur’. Sedang orang-orang yang di luar Kerajaan menerima ajaran Yesus dalam ‘perumpamaan’. Maksudnya, hati mereka digerakkan agar terbuka bagi Kerajaan Surga (Mrk 4: 2).
Anda dan kita semua ini sudah berada dalam Kerajaan. Berarti anda dan kita adalah ‘tanah yang subur’. Dalam pengajaran, seminar-seminar yang kita hadiri dan perhatikan pesan-pesannya, serta persiapan-persiapan menyambut Sakramen-sakramen Gereja, itu semua berarti kita dipersiapkan untk menerima benih dan untuk menghasilkan buah yang berlimpah.
Nah, apakah anda mendengarkan ‘ajaran-Nya’? Terimalah sabda-sabda-Nya dan mohon Roh Kudus untuk mengurapi anda dan kita semua agar kita berbuah lebat dalam hidup kita. Kalau anda merasa belum bisa mencapainya atau malahan gagal, akuilah itu dan lansung mohon Roh Kudus untuk mengirim ‘pupuk tuk menyuburkannya’ , sehingga anda dapat mulai berbuah.
Mohon Yesus agar menabur benih ‘kesabaran, kebaikan hati atau damai’ ke dalam hati kita. Mari mohon apa saja yang dapat mendorong tumbuh berkembang dan mulai berbuah. Kalau waktu membaca Kitab Suci atau merenungkannya, kita terinspirasi atau dihangatkan hati kita oleh kata atau kalimat yang ada dalam bacaan itu, kita berhenti sejenak dan menikmatinya. Itu saat-saat Tuhan menuntun kita untuk berbuah. (SW)
DOA: Tolong ya Tuhan untuk mendegar sabda-sabda-Mu dan menerimanya dengan sepenuh hati, agar berbuah!
JANJI: “Orang yang mendengar dan menyambut firman itu, lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat!” --- Markus 4:20
PUJIAN: Di daerah pedalaman, pastor datang sebulan sekali untuk merayakan Misa bersama umat di stasi itu. Pastor berpesan agar di hari Minggu-minggu lain ‘adakan ibadat sabda’! bersama, orangtua diminta rajin mengajak anaknya membaca Kitab Suci tiap hari selaras dengan panduan bacaan Misa harian dan mendorong anak-anaknya agar melakukan perbuatan baik satu saja, baik di rumah, di sekolah atau waktu di tempat teman.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ