DENGARKANLAH SUARA TUHAN
12 February 2021
Jumat, 12 Februari 2021
Kejadian 3:1-8
Mazmur 32:1-2, 5-7
Markus 7:31-37
"Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."--- Markus 7:37
ULAR ADALAH BINATANG yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Allah ( Kej 3:1). Ia berhasil membuat manusia terperangkap jatuh ke dalam dosa. Manusia lebih mendengarkan bujuk rayu si ular daripada mematuhi perintah Allah. Maka tersadarlah mereka akan perbuatan salahnya itu dan menjadi takut serta malu. Ketika mereka mendengar bunyi langkah Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman (Kej 3:8).
Tindakan raja Daud terhadap Batsyeba dan Uria, suaminya, membuat Daud diperingatkan Tuhan melalui nabi Natan. Daud menyesali perbuatannya itu, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran - pelanggaranku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” (Mzm 32:5).
Ketika Yesus menyembuhkan orang yang tuli dan gagap, Ia pun memisahkannya dari orang banyak. Mereka yang menyaksikan hal ini, menjadi takjub, tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata" (Mrk 7:37).
Berbagai macam persoalan hidup yang membuat kita seringkali menutup telinga hati kita dari suara Tuhan. Mulut kita pun menjadi terkatup, sulit berkomunikasi dengan-Nya. Kondisi seperti inilah pada akhirnya menarik hati kita pada hal-hal duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan. Kita lebih suka mencari hiburan ala dunia yang hanya memberi kesenangan sesaat, daripada bersimpuh di kaki Tuhan, yang pasti akan mendengarkan keluhan kita dan memberikan damai serta sukacita.
Marilah kita datang ke hadapan Tuhan, mengakui kesalahan dan menyerahkan beban hidup kita kepada-Nya. Dalam keheningan diri, mari kita buka telinga hati kita untuk mendengarkan suara Tuhan melalui firman-Nya dan berdoa dengan tak putus-putusnya sambil menantikan pertolongan Tuhan. (LP)
DOA: Tuhan Yesus, ajarilah aku peka mendengarkan suara-Mu. Amin.
JANJI: “Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. “ ---- Mazmur 32:10
PUJIAN: St Benediktus dari Anaine, seorang rahib di biara Santo Siene, Perancis, rajin berdoa dan melakukan tapa yang keras. Ia tekun mempelajari cara hidup bertapa. Ia memperbaharui semua biara yang ada di wilayah kerajaan dengan menyusun aturan hidup membiara dalam pertapaan (monastik).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ