“DEUS EX MACHINA”
18 November 2020
Rabu, 18 November 2020
Pemberkatan Gereja-gereja Basilik St. Petrus dan St. Paulus
Wahyu 4:1-11
Mazmur 150:1-2.3-4.5-6
Lukas 19:11-28.
"Kudus, kudus, kudus-lah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada, dan yang ada, dan yang akan datang." Wahyu 4:8
‘DEUS EX MACHINA’ (Allah (muncul) dari mesin) adalah ungkapan Bahasa Latin, yang muncul dari panggung sandiwara Yunani. Ketika pemain lupa apa yang harus didialogkan atau diperankan, maka dari atas ‘diturunkan’ pemain yang berperan sebagai Zeus, dewa tertinggi dalam mitologi Yunani. Hadirnya tokoh ilahi itu menyelesaikan kebuntuan, karena “apo mekhanes theos”, ‘dari mesin kerek, dewa telah muncul’.
Dalam kehidupan agama, pandangan ‘Deus ex machina’ itu juga populer. “Pokoknya, asal kamu punya iman, percaya pada Kitab Suci dan rahmat Allah, maka semuanya akan beres, biarpun saat ini hidupmu korup, penuh skandal dan selingkuh, serta jadi tersangka. Kuasa Tuhan telah membereskan semuanya,” begitu sering dikhotbahkan.
Pandangan semacam ini dikecam oleh Yesus. Kita semua telah dianugerahi dengan bakat dan sarana untuk mengembangkan diri dalam iman maupun dalam kehidupan biasa. Allah telah memberi tanggungjawab dan kepercayaan seperti yang dilakukan oleh seorang bangsawan kepada 10 orang hambanya pada kisah perumpamaan Luk 19:11-27.
Tidak ada ‘Deus ex machina’. Manusia harus aktif menanggapi dan menjawabnya. Melalui tanggapan ini kelihatan seberapa dalam hubungan antara Allah dengan kita, hamba-hamba-Nya. Mereka yang memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan, merekalah yang akan makin mampu menghasilkan buah-buah rohani.
Melalui perumpamaan uang mina ini, Yesus mengajarkan intensitas spiritualitas relasi kita dengan Allah. (WIT)
DOA: “Ya Allah, kami tahu bahwa Engkau selalu menjaga dan menemani kami di sepanjang hidup kami. Namun, buatlah kami selalu sadar akan kehadiran-Mu, dengan selalu menyukuri, memuji, menghormati, dan mengabdi-Mu”.
JANJI: “Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Biaralah segala yang bernafat memuji TUHAN!” – Mazmur 150:1.6.
PUJIAN: Awal Abad IV, setelah penganiayaan umat Kristen berakhir, Kaisar Kristen pertama, Konstantinus I (306-337), memerintahkan menggali semua cella memoriae, tempat-tempat di mana umat mempercayai sebagai lokasi kemartiran St. Petrus dan St.Paulus. Di situ lalu dibangun gereja St. Petrus di Vatikan, dan gereja St. Paulus di luar tembok Kota Roma. Karena usia, kedua gereja itu rusak dan runtuh. Gereja St. Petrus dibangun kembali menjadi basilika (1506-1626). Sedangkan gereja St. Paulus yang baru rusak pada Abad XVIII, baru dibangun kembali pada 1840. Banyak umat Katolik berziarah ke kedua basilika itu, dan keyakinan iman kekristenan mereka terasa dikuatkan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ