DI MANA DAMAI SEJAHTERA ?
09 May 2023
Selasa, 9 Mei 2023
Kisah Para Rasul 14 :19-28
Mazmur 145 : 10-11, 12-13b,21
Yohanes 14:27-31a
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” --- Yohanes 14:27
TUHAN YESUS memberikan pesan Damai Sejahtera kepada para murid-Nya disaat Dia mau berpisah dengan mereka. Pesan ini sangat menyejukkan dan menguatkan disaat para murid mulai takut, cemas gelisah bahkan putus asa karena kepergian gurunya. Tuhan Yesus justru memberikan peneguhan bahwa Dia akan selalu bersama dengan mereka dan tidak akan meninggalkan mereka sendirian. Inilah sikap Yesus yang sesungguhnya bahwa Dia bisa memberikan damai sejahtera kepada semua orang. Tuhan Yesus sanggup memberikan kedamaian sejati yang tidak bisa diberikan dunia ini.
Damai sejahtera Yesus sungguh menyelamatkan. Tuhan Yesus bisa memberikan sukacita melimpah, memenuhi hati kita dengan damai sejahtera yang melampui segala akal (Fiipi 4:7). Kita membutuhkan damai sejahtera itu, entah itu di keluarga kita, komunitas kita, bahkan dunia saat ini juga turut merindukan damai sejahtera itu. Damai sejahtera Yesus dapat diwujudkan dengan perbuatan baik yang hadir membawa sukacita menyembuhkan seperti orang buta bisa melihat, yang lumpuh bisa berjalan, yang tuli bisa mendengar, yang kelaparan dikenyangkan, yang kehilangan harapan dikuatkan, yang mengalami kesusahan keputusasaan dikuatkan.
Bagaimana caranya agar kita merasakan damai sejahtera dari Tuhan?. Jawabannya adalah dengan membangun relasi intim kita dengan Tuhan, membaca firman Tuhan, Berdoa, Menyembah Dia setiap hari. Damai adalah Yesus. Melalui kedatangan Roh Kudus kedalam hati kita, memungkinkan hati kita bebas dari rasa gelisah. Bagi manusia yang didiami Roh Kudus, damai sejahtera dapat menjadi kenyataan. Tugas kita saat ini adalah mewartakan dan menghadirkan damai Yesus itu kepada siapapun dan dimanapun kita berada dalam sikap dan cara hidup kita. (HW).
DOA: “Datanglah Roh Allah, hati kami terbuka untuk-Mu. Diamilah dan berkaryalah dalam hidup kami, Amin.”
JANJI: “Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan” Mazmur 145:13a-13b
PUJIAN: Nelson Rolihlahla Mandela atau dikenal dengan sebutan Nelson Mandela dikenal presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan yang mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangannya mengakhiri apartheid dan mewujudkan demokratisasi di Afrika Selatan. Politik Apartheid membedakan masyarakat berdasarkan warna kulit yang berlaku pada semua bidang kehidupan seperti tidak mendapat pekerjaan, pendidikan layak setara dengan warga kulit putih. Hal ini membuat orang kulit hitam terasing di tanah airnya sendiri.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ