DI MANA KEHADIRAN ALLAH?
18 September 2019
Rabu, 18 September 2019
1 Tim 3: 14-16
Mzm 111: 1 – 6
Lukas 7:31-35
“Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki semua orang yang menyukainya” --- Mazmur 111:2
MATA TELANJANG kita tak dapat melihat Tuhan Allah, di manapun saja. Ini tidak berarti Tuhan Allah tidak ada. Ia hadir. Ia ada. Kita bisa mengetahui sesuatu dari Tuhan Allah ini kalau kita mau memperhatikan sungguh-sungguh kehadiran-Nya di dalam diri kita. Kita dapat mengetahui sesuatu tentang Dia dengan benar-benar memperhatikan orang-orang dan barang-barang di luar diri kita. Dari Hukum “Sebab-musabab”, tiap barang di luar kita itu tentu ada asal usulnya atau ada yang membuat atau menciptakannya. Dan kalau kita telusur terus, mau tak mau kita ketemu ‘pembuat’ atau ‘pencipta’ yang pertama. Kalau tidak ada, kita bisa pusing dan gila karena menelusur terus tanpa batas. Dan itulah bagi pemikiran kita, yang kita sebut Tuhan Allah.
Allah itu hadir penuh di dalam setiap saat pada apa saja yang Ia buat atau ciptakan. Semua alam ciptaan ini mencerminkan sesuatu dari Allah yang Mahaagung, Mahaakbar, bagi orang-orang yang tahu bagaimana melihat dan memahami. Tentu hal ini sesuatu alasan yang sangat penting guna menata dan memelihara bumi kita ini dan memperhatikan keindahannya.
Sayangnya, dan yang sering menjadi alasan, kita tidak mempunyai waktu untuk mengenali kebaikan yang Allah telah lakukan dan perbuat. Kadang kala kita pergi untuk berwisata. Bukan sekedar melihat tempat-tempat yang belum pernah kita lihat dan datangi. Ada suatu kelokan jalan yang lebar, di pinggir- nya terpapang papan bertuliskan, “Berhentilah sejenak. Nikmati-lah!”. Waktu melewati hati kami berkata, “Mengapa diminta berhenti sejenak?”
Sayang! Sering kita kehilangan kesempatan untuk memperhatikan kebaikan orang dan keindahan alam ciptaan Tuhan yang ada di sekeliling kita ! Betapa sering kita kehilangan kesempatan melihat, mengalami dan menikmati kehadiran Tuhan Allah yang terbersit lewat segala macam yang Tuhan ciptakan ini.
Mengenali kehadiran Tuhan atau tidak dalam pelbagai kesempatan, sangat menentukan pola pikir dan pola hidup kita di bumi ini.
Doa: Ya, Bapa, Engkau Mahapemelihara alam ciptaan yang indah ini. Semoga mata hatiku selalu Engkau buka agar menikmati keindahan alam ciptaan-Mu yang mengungkapkan kehadiran-Mu.
Janji: “Hikmat dibenarkan oleh semua yang menerimanya” – Lukas 7:3
Pujian: Anggota OMK di paroki-paroki kadang kala diajak “outing” ke alam terbuka. Bukan saja untuk menikmati hawa segar, tetapi mereka memanfaatkan untuk rekoleksi lewat alam ciptaan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ