DI MANAKAH ENGKAU?
08 December 2020
Selasa, 8 Desember 2020
HR Maria Dikandung tanpa noda
Kejadian 3:9-15, 20
Mazmur 98:1, 2-3ab, 3c-4
Efesus 1:3-6, 11-12
Lukas 1:26-38
“Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" ---- Kejadian 3:9
PERNAHKAH ANDA kehilangan anak kecil Anda dalam kerumunan orang banyak? Tentunya Anda akan mencari sampai dia diketemukan karena Anda sangat mengasihinya.
Kitab Kejadian menceriterakan bagaimana Tuhan Allah memanggil manusia di taman Eden, “Di manakah engkau?” (Kej 3:9). Dikisahkan bahwa manusia itu bersembunyi karena mereka takut kepada Tuhan. Mereka telah melakukan pelanggaran dengan memakan buah dari pohon kehidupan yang dilarang Tuhan.
Serupa dengan manusia di taman itu, kita pun terkadang menghindari bertemu dengan Tuhan karena keberdosaan kita. Mungkin kita sedang kecewa dan marah karena doa kita tidak dikabulkan, atau mungkin sikap hidup kita yang salah sehingga kita takut dan bersembunyi serta menjauhkan diri dari Tuhan.
Tuhan tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam dosa. Dia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Ef 1:4). Tuhan mencari, memanggil dan menyelamatkan kita dari kebinasaan, asalkan kita mau membuka diri untuk menyambut panggilan dan uluran tangan-Nya.
Ketika malaikat Gabriel menampakkan diri dan menyampaikan pesan Allah kepada Maria, yang menyambut rencana besar Allah tersebut, maka dimulailah karya keselamatan Allah di dalam Kristus. Maria diberi hak istimewa oleh Allah sebagai manusia yang tanpa noda dosa, sewaktu mulai dikandung dalam rahim ibunya. Dan kita percaya bahwa akibat dari dosa orangtua kita pertama, Adam dan Hawa, kita semua terlahir dengan noda dosa pertama. Maria seorang wanita sederhana dan rendah hati yang dipersiapkan Allah untuk menjadi Bunda Penebus dunia yaitu dengan tanpa noda sewaktu dikandung. Maria dibuat layak dinaungi oleh Roh Kudus dan melahirkan Yesus, Putera Allah, Juru Selamat umat manusia.
Pertimbangan Allah jauh melampaui pikiran manusia. Bagi manusia, orang berdosa sering dicemooh, dihindari atau disingkirkan, tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Orang berdosa dirangkul dan dibimbing-Nya agar memperoleh keselamatan. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kepedulian Allah Bapa terhadap kita umat manusia, terungkap dalam ajaran Yesus, mengenai ‘dirham yang hilang; domba yang hilang dan anak yang hilang’ (Luk 15: 8-32) atau juga dalam ucapan-Nya “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,, tetapi orang sakit” (Mat 9:12)
Marilah kita menjawab panggilan Tuhan dan menerima uluran tangan-Nya yang mengarahkan hidup kita selamat sampai ke hidup yang kekal. (LP)
DOA: Ya Tuhan, mampukan aku membuka diri untuk menerima uluran tangan-Mu.
JANJI: “Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.” --- Mazmur 98:3
PUJIAN: Santo Noel Chabanel (1613-1649) menjadi seorang missionaris di Huron, Kanada, demi mewartakan iman Kristiani di antara suku Indian. Meski mengalami banyak hambatan dan kesulitan tetapi ia tetap bersemangat dan berserah diri sepernuhnya kepada Yesus. Ia dibunuh dan menjadi martir diKanada seperti para misionari yesuit lainnya. Para martir dari Perancis yang menjadi martir di Kanada, dirayakan bersama tanggal 19 Oktober.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ