DI TENGAH BADAI DAN OMBAK

30 January 2021

Sabtu, 30 Januari 2021 

Ibrani 11:1-2, 8-19

Mazmur T. Luk 1:69-75

Markus 4:35-41

 

“Siapakah gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya” --- Markus 4:41


PERISTIWA MUKJIZAT “Air berubah menjadi anggur” saat pesta perjamuan di Kana, dicatat oleh Yohanes, “sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia menyatakan kemuliaanNya”. Dan Yohanes menegaskan, bahwa “murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (Yoh 2:1-11) .

Para murid kagum saat menyaksikan Yesus  mampu menyembuhkan sakit-penyakit dan mengusir roh-roh jahat. Para rasul dan para murid juga kagum akan cara dan model pengajaran Yesus tentang Kerajaan Allah. Tetapi saat mereka dalam perahu terombang ambing oleh badai gelombang yang bergelora, mereka melihat Yesus tertidur di buritan. Kekaguman mereka akan Yesus seakan lenyap disapu oleh rasa takut. Mereka mengira Yesus tak peduli akan keselamatan mereka. Tetapi setelah Yesus bangun , di tengah situasi itu ia berseru, “Diam. Tenanglah!”. Kembalilah kekaguman mereka akan Yesus, sang Guru. Dan mereka ditegur, “Mengapa kamu begitu takut?”

Peristiwa badai dan ombak, di tengah laut  ini, sebenarnya ada pesan keselamatan kepada kita bahwa Tuhan Yesus selalu memberi perlindungan kepada kita, para murid-Nya, khususnya saat mengalami ketegangan dan kekacauan hidup. Dan mulai Maret tahun lalu,  kita mengalami wabah ‘Pandemi Covid-19’ . Masih percayakan Yesus hadir  di setiap peristiwa kehidupan kita, entah itu wabah, entah itu peristiwa yang menyedihkan dan menyakitkan, sampai terasa kita tak berdaya? Tetapi Dia tetap Dia. Memang mungkin Dia seakan tidur, tetapi Dia juga bangun dan bangkit meneduhkan ‘badai dan ombak’ hidup kita. Ia maha setia. Yesus menuntut kita untuk tetap percaya penuh pada-Nya, bukan sekedar kagum pada-Nya.(SW)

 

DOA:  Ya Yesus, tambah dan tabahkanlah iman kepercayaan kami kepada-Mu.

JANJI: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu  yang telah kita lihat”  -- Ibrani 11:1

PUJIAN:  Seorang pembimbing rohani dalam ceramahnya kepada para peserta retret mengatakan bila mengalami badai dalam hidup, bersikaplah tenang dan sabar. Percayalah Tuhan selalu menyertai. Katakan pada badai yang menggangu, ‘Atas nama Yesus, “diam dan tenanglah”!

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.