DIA MENJADIKAN SEMUANYA BAIK
11 February 2022
Jumat, 11 Februari 2022
Santa Perawan Maria dari Lourdes
1 Raja Raja 11:29-32.12.19
Mazmur 81:10-11ab.12-13.14-15.
Markus 7:31-37
“Mereka takjub dan tercengang dan berkata: ‘Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.’ ” --- Markus 7:37
SEMUA MENJADI BAIK, bila Tuhan Yesus hadir di antara kita. Yang tuli dapat mendengar, yang bisu dapat berkata-kata, yang rusak Dia pulihkan, yang berdosa Dia ampuni dan selamatkan. Tugas utama Yesus datang ke dunia ini bukan untuk menyembuhkan semua orang yang sakit fisik, tetapi Ia memulihkan penyakit terdalam, yaitu dosa yang diderita manusia. Dia hapuskan itu semua, sehingga kita boleh menjadi bersih kembali seperti sedia kala. Dan hubungan kita yang terpisah dengan Allah dipulihkan-Nya.
Penyembuhan dilakukan-Nya hanya sebagai sarana untuk menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Dan ternyata memang semua hal itu membuat orang takjub dan tercengang, karena memang banyak orang yang hanya mencari hal-hal yang spektakular dan bukan yang utama. Mereka terpesona dengan berbagai mujizat yang dilakukan Yesus, tetapi kurang memperhatikan keselamatan yang ditawarkan-Nya, agar manusia memperoleh kehidupan yang kekal.
Hal yang sama juga tetap terjadi pada zaman sekarang ini. Kebangunan Rohani Katolik (KRK) yang bertemakan kesembuhan dibanjiri oleh umat yang datang untuk memperoleh kesehatan dan pemulihan fisik. Tetapi saat ditawarkan kesembuhan rohani, dengan didoakan secara pribadi dan diberi kesempatan menyambut Sakramen Tobat, banyak orang mengabaikannya dan tidak menanggapinya. (D. Agus G.)
DOA: Tuhan Yesus, Engkau relah menderita untuk menyelamatkan kami, umat-Mu yang berdosa ini. Terimakasih Tuhan atas kesetiaan-Mu dan kasih-Mu bagi kami semua. Amin
JANJI: “Nenek moyang kami di Mesir, tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang Ajaib, tidak ingat besar kasih setia-Mu!” - Mazmur 106:7
PUJIAN: Dalam Masa Pandemi yang menegangkan, ternyata juga memunculkan kebaikan berujud adanya ‘para dermawan’ yang telah rela untuk membagikan tidak hanya harta bendanya, tetapi juga waktu, ide dan ketrampilannya demi kepentingan banyak orang yang membutuhkannya. Tindak berbelarasa ini membangkitkan jiwa social dan solidaritas banyak orang.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ