DIBEBASKAN DARI DOSA-UNTUK MELAYANI
26 June 2022
Minggu, 26 Juni 2022
Minggu Biasa XIII
1 Raja-raja 19:16b,
19-21 Mazmur 16;
1-2, 5, 7-9 Galatia 5:1,
13-18 Lukas 9:51-62
“Supaya kita sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.”
Galatia 5:1
Karena baptis, kita dibebaskan dari segala dosa serta hukumannya, sebagai akibat dosa dan pelanggaran kita. Dosa-dosa kita bukan hal-hal yang statis atau diam saja. Dosa kita itu aktif, menjelma dalam bentuk kecerendungan negative, dalam bentuk ketagihan-ketagihan, ketergantungan-ketergantuan pada perilaku yang negative. Dan kecenderungan paling parah adalah cinta diri, budi dan hati berfokus pada diri sendiri.
Tetapi dengan tindakan Yesus memerdekan kita, berarti juga kita dibebaskan diri kita dari cinta diri kita yang sering sudah mengakar. Kita bebas. Bebas dan dijauhkan dari segala kecenderunganan dan kelekatan yang tidak teratur. Meski kecenderungan hati ke arah negative tetap ada, tetapi sudah tidak sedasyat seperti sebelum kita dibebaskan oleh Yesus. Dengan rahmat bantuanNya kita mampu menolaknya dan mengatasinya. Kita benar-benar bebas.
Kita lalu bebas untuk berbuat baik, kapan saja dan di mana saja. Perbuatan-perbuatan baik kita sama sekali tidak untuk mencari pahala Sorga. Kita sama sekali tidak mungkin selamat dan masuk Sorga atas usaha kita sendiri. Kebebasan menjadi anak-anak Allah tiada lain berkat penebusan Kristus. Ia benar-benar yang membebaskan kita. Karena kita telah dibebaskan dan diselamatkan maka yang ada adalah kencenderungan untuk berbuat baik, memiliki kecanduan untuk selalu berbuat baik bagi sesama. Cinta-diri telah berubah menjadi cinta kepada Allah lewat cinta kepada sesama. Kita mengalami proses ‘kehilangan’, proses ‘kematian’ atas diri kita sendiri. “Barangsiapa kehilangan nyawanya kareka Aku, ia akan menyelamatkannya” (Luk 9:24).
Elisha mendapat panggilan dan urapan dari Elia. Elisha berpamitan dengan sanak keluarga dan karyawannya dengan pesta besar dengan menyembelih sapi-sapinya dan memotong-motong kayu bajak yang untuk menggarap ladangnya, guna memasak daging sapi. Elisha tinggalkan dirinya dengan profesi sebelumnya untuk meneruskan karya nabi Elia, menjadi nabi bagi bangsanya.
Demikian pula Yesus memanggil orangorang agar meninggalkan diri dan segalanya guna menjadi murid-murid-Nya. Dan kita juga dipanggil. Kita bebas menanggapi panggilan itu, untuk menyatakan ‘ya’ atau menolaknya. Tetapi kalau kita telah dibebaskan dari cinta-diri kita, tentu kita akan menjawab ‘ya’ kepada panggilan Yesus, guna meneruskan karya keselamatan dan penebusanNya yang Ia telah rintis duaribunan yang lalu. Setiap masa, di setiap tempat Yesus berkeliling memanggil umat-Nya guna bersedia meneruskan karya pembebasan-Nya.
Dan jawaban kita, tiada pilihan lain: Ya dan Amin! (SW).
DOA “Ya Yesus, Engkau telah membebaskan kami untuk menjadi orang yang bebas merdeka. Tunjukkan kepada kami memanfaatkan kebebasan ini guna JUNI 2022 111 melayani sesama kami, agar sesama kami semakin merasakan kebahagiaan semakin penuh.”
JANJI “Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan: ‘Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang lebih bagiku selain Engkau.” Mazmur 16:1-2
PUJIAN Menurut seorang pembimbing rohani handal, Pater Rex A. Pai, SJ. , dalam bukunya “Alive & Free”, mengatakan, beberapa hambatan besar dalam hidup rohani sebagai murid-murid Yesus, ialah ‘cinta-diri’-hidup berpusat pada diri sendiridan kecenderungan-kecenderungan takteratur dan kelekatan-kelekatan pada kebiasaan buruk.