DICANGKOKKAN....
28 April 2018
Sabtu, 28 April 2018
Kisah Para Rasul 13:44-52
Mazmur 98:1,2-3ab,3cd-4
Yohanes 14:7-14
“Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” --- Kisah para Rasul 13: 46
YESUS PERNAH bersabda kepada para rasul yang diutus-Nya untuk berlatih mewartakan Kabar Gembira. “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Matius10: 5-6). Meski Yesus sewaktu sampai ke daerah Tirus dan menyembuhkan anak seorang ibu berdarah Yunani dari kuasa setan, Ia tidak mewartakan Injil Kerajaan Allah kepada ibu tadi (Mat 15:26-28). Inilah sebabnya umat Gereja Perdana, yang umumnya orang Yahudi percaya bahwa hidup di dalam Kristus itu hanya untuk orang-orang Yahudi. Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama tentang menyelamatkan bangsa-bangsa dipahami bahwa bangsa-bangsa itu adalah orang Yahudi. Dan sewaktu peristiwa Pentakosta pertama, memang ada tiga ribuan orang dibaptis dan menjadi umat Gereja Perdana, mereka semua itu adalah orang-orang Yahudi.
Sebaliknya sewaktu Petrus dibimbing Roh Kudus mewartakan Injil kepada Kornelius, perwira Romawi, dan membaptisnya dengan seluruh anggota keluarganya, nampaknya adanya perbedaan tajam tujuan Yesus dalam mewartakan Injil yang semula hanya untuk orang Yahudi saja (Kisah 10: 11 dst). Hal ini tambah direpotkan lagi dengan bertobatnya orang-orang bukan Yahudi – umumnya disebut orang kafir – di Antokhia, di Siria (Kisah 11:20 dst). Karenanya Barnabas lalu dikirim ke sana oleh jemaat Gereja di Yerusalem, untuk menyelidiki hal-hal yang menyimpang ini. Dan Barnabas akhirnya berkesimpulan bahwa pertobatan orang-orang bukan-Yahudi itu benar-benar murni dan tulus. Tetapi saat itu, Paulus dan Barnabas mewartakan Injil hanya kepada orang-orang Yahudi, sampai saatnya, sebagai pimpinan dari kelompok komunitas Gereja Yahudi, dengan penuh keberanian membuat keputusan untuk berpaling kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi dan mewartakan Injil kepada mereka (Kisah 13:46). Orang-orang bukan-Yahudi yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat, seakan-akan dicangkokkan ke dalam Jemaat Gereja Perdana.
Kiranya tangapan kita terhadap peristiwa-peristiwa ini, seperti Paulus, seperti tertulis dalam suratnya, “ O alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” (Rm 11:33).
Heran dan kagum sekali-lah kita atas kerahiman Allah dan misteri-Nya!
Doa: Bapa, semoga aku tak pernah begitu saja mengandalkan bahwa diriku tentu termasuk dalam rencana keselamatan-Mu!
Janji: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa” --- Yohanes 14:12
Pujian: Selama dua abad umat Katolik di Flores tanpa pastor, sebab orang-orang Portegis dan Spanyol berserta para pastor dan biarawan-biarawati diusir dari NTT dan Maluku. Baru setelah ada kebebasan agama di Belanda (1859), mulai ada misionaris dikirim ke NTT dan Maluku. Sebagian besar mereka tetap katolik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ