DIDORONG OLEH KASIH

22 March 2018

Kamis, 22 Maret 2018

Kejadian 17:3-9

Mazmur 105:4-9

Yohanes 8:51-59

“Dengan siapakah  Engkau samakan diri-Mu?” --- Yohanes 8:53

COBA BAYANGKAN diri anda sebagai seorang Dokter, dikirim balik ke seribu tahunan lalu. Didorong oleh kepedulian dan kasih akan orang-orang yang menderita saat itu, anda menggunakan pengetahuan yang anda pelajari dan terima untuk menyembuhkan orang yang menderita malaria, cacar air, difteri dan penyakit lainnya. Nama anda sebagai penyembuh langsung tersebar tenar  ke mana-mana. Dan para dokter setempat menjadi iri dan mereka menyerang anda. Meski mencoba menjelaskan kebenaran medis dari zaman modern ini seperti tentang perlunya ‘sterilitas’, pentingnya kesehatan dll., tentu para dokter setempat itu dengan marah akan mendebat setiap kata. Mereka akan mengatakan “Dengan siapakah engkau samakan dirimu?”  Mungkin anda sudah dibunuh!

Yesus begitu mengasihi kita sehingga Ia membiarkan Diri dibawa ke ‘waktu’ dan ‘ruang’ untuk menyelamatkan dunia yang tersesat dan akan mati ini. Seperti Dokter di atas, Yesus menerapkan cara-cara yang benar dalam menyembuhkan dan menyelamatkan umat yang Ia kasihi.

Dalam bacaan Injil hari ini, nampak Yesus terus tak hentinya mewahyukan tentang hubungan-Nya dengan Bapa. Dari Bapalah mengalirlah semua saja yang Yesus lakukan dan sabdakan (Yoh 8:35). Yesus tahu kalau kita ini tahu akan hubungan-Nya dengan Bapa, kita akan menghormati-Nya dan kita akan setia melaksanakan sabda-sabda-Nya dan akhirnya kita  memiliki hidup kekal (Yoh 8:51). Kasih Yesus itu mendorong-Nya untuk mengatakan kebenaran, juga mewartakan kebenaran bahwa  Diri-Nya itu Allah  (Yoh 8:58). Sayangnya adanya orang-orang yang iri hati, orang yang keras hati dan keras kepala “membunuh-Nya, Dia sang Sumber Hidup sendiri” (Kis 3:15).

“Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm 5:8). Dan Paulus kepada jemaat di Galatia, berterus terang tentang iman kepada Yesus-lah, bukan ketaatan pada Taurat, yang menyelamatkan. “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus” (Gal 2:21).

Mari kita dengarkan sungguh-sungguh sabda-sabda-Nya. Yesus adalah Allah. Ia telah mewahyukan apa yang sebenarnya dari diri kita sendiri tidak bisa mengetahuinya.

Jadilah seorang yang haus akan sabda-Nya -- sabda yang menyembuhkan diri kita!

Doa: Bapa, buatlah diriku rendah hati, sebagai mana Yesus rendah hati.

Janji: “Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu” --- Mzm 105:4

Pujian: Rasanya lega di hati sewaktu Andreas menyambut sakramen Tobat dan meminta didoakan untuk penyembuhan luka batinnya.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.