DIMATA TUHAN KITA BERHARGA

07 December 2021

Selasa, 7 Desember 2021

St. Ambrosius

Yesaya 40:1-11

Mazmur 96:1-3,10ac,11-13

Matius 18:12-14

 

“Demikian juga Bapamu yang di sorga

tidak menghendaki, supaya seorangpun

dari anak-anak ini hilang."

Matius 18:14

 

MUNGKIN ADA yang mempertanyakan tentang ucapan Yesus perihal gembala yang meninggalkan 99 ekor domba hanya untuk mencari seekor dombanya yang tersesat. Bagaimana nasib domba 99 ekor lainnya yang ditinggalkan ?

Bagaimana tata-penggembalaan domba pada zaman itu ? Jika si gembala hanya menggembalakan sedikit domba maka ia bisa membawanya pulang ke rumah, lalu mencari seekor dombanya yang tersesat. Namun jika jumlah yang digembalakan sangat banyak maka gembala akan membuat kandang semi permanen di tempat penggembalaannya. Kandang di kelilingi tumpukan batu dan di atas batu-batu tersebut akan diletakkan duri-duri untuk membuat binatang buas menjadi takut jika ingin masuk ke area tersebut. Pada malam hari, kandang semi permanen ini akan menjadi tempat untuk tidur seluruh dombanya dan sang gembala.

Ada seorang pemuda Amerika yang menunggang kuda terjatuh sehingga kakinya patah. Akibat kejadian ini, ia sangat sedih dan marah kepada Tuhan. “Tuhan tidak mencintai-ku karena membiarkan diriku cidera. Aku selalu berdoa memohon perlindungan-Mu”, gumamnya dalam hati.

Teman-temannya mengejeknya karena ia menjadi satu-satunya pemuda di kampungnya yang tidak dapat diikutsertakan dalam wajib militer salam perang Dunia II. Setelah perang berakhir, tak seorang- pun dari temannya yang kembali dengan selamat. Mereka semua gugur. Pemuda ini bertobat karena menyadari bahwa dengan kakinya yang patah pada saat itu sesungguhnya Allah telah mempunyai rencana yang terbaik untuknya. Kini ia menyadari bahwa ia begitu berharga di mata Tuhan.

Sebagai orang yang beriman akan Yesus , kita telah dipilih oleh-Nya. Maka sekarang kita telah menjadi umat  pilihan Allah serta menyadari bahwa di mata Allah, masing-masing dari kita adalah sangat berharga. Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, meskipun kita menjadi ‘domba yang tersesat’. Tentu Ia mencari kita yang sesat ini sampai kita diketemukan kembali dan dipapahnya. Selayaknya kita bersyukur selalu kepada Tuhan! (Siswoyo).

 

DOA :   Tuhan Yesus, Engkau lah Gembala yang baik, tuntun kami ya Tuhan supaya kami tidak tersesat. Bimbing hidup kami agar menjadi semakin membaik dan berbuah.

JANJI: “ Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan”  Mazmur 96: 13

PUJIAN: Ambrosius (334-397) adalah Uskup Milan. Ia lahir di Trier, Jerman.

Keberhasilan  menguasai Bahasa Latin dan Yunani menarik perhatian Kaisar Valentinus I.  Saat itu ia menjabat Walikota Milan. Pada pemilihan Uskup ia mendapat  suara secara aklamasi. Ia belum dibaptis, dan belum belajar tata pemerintahan Gereja. Ia tekuni belajar Kitab Suci, memberi kotbah tiap hari Minggu, menjaga persatuan dan kemurnian ajaran. Ia mengatur Ibadah Hari Minggu, sehingga Umat tertarik dan ikut serta aktif dalam Ibadat. Ia berhasil melawan bidaah Arianisme. Ambrosius termasuk salah satu Bapa Gereja di Barat, di samping Hieronimus, Gregorius dan Agustinus.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.