DIMULAI  DENGAN BERDOA  BERLUTUT

25 August 2018

Sabtu, 25 Agustus, 2018

Yehezkiel 43:1-7a

Mazmur 85:9-14

Matius 23:1-12

 

“Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan  dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan” --- Matius 23:12

 

DARI PESERTA  Latihan Menulis Renungan dan membawakan renungan, saya tertarik pengalaman salah seorang peserta yang berteman dengan seorang relawan membantu para gelandangan, yang tak mempunyai rumah. Umumnya sebagai pemulung, hidup dengan gerobak kecil suami-istri mencari barang rosokan dan satu atau dua anaknya naik gerobak di bagian belakang.

Relawan itu tetap rendah hati melayani para pemulung tersebut dalam mendampingi para pemulung. Ia mendengarkan perjuangan mereka mencari bahan-bahan rosokan lalu dijual dan hasilnya untuk menghidupi keluarga mereka.

Selain mendampingi mereka dengan mendengarkan pengalaman pahit mereka kalau ditolak, ia juga menanggapi atau menjawab bila perilaku mereka dicurigai oleh masyarakat. Tetapi sang relawan selalu mendoakan para pemulung yang dibimbingnya. Tanpa malu ia meminta umat gereja, pakaian-pakaian bekas yang masih layak pakai serta buku-buku pelajaran anak-anak yang tak digunakan lagi.Apa yang sang relawan lakukan menarik beberapa remaja katolik khususnya membnatu mengumpulkan pakan layak pakai, buku-buku pelajaran buat anak-anak. Malahan ada yang sudah mencoba mengumpulkan anak-anak yang hidup dalam gerobak-gerobak pemulung, memberi pelayanan cek kesehatan serta mengajar membaca buku-buku pelajaran yang cocok bagi anak-anak pemulung.

Baik sang relawan maupun anak-anak remaja yang membantunya nampak tidak mencari ketenaran dan pujian. Mereka-mereka ini menempatkan diri mereka dekat dengan  Hati Allah. Mereka selalu berdoa sebelum menjalankan pelayanan mereka, khususnya berdoa bagi yang akan dilayani.

Pelayanan karena dan demi Tuhan yang kita lakukan berawal kalau kita berani berlutut di hadapan Tuhan Allah sang Pencipta. Pelayanan itu berbuah lebat bila kita juga berlutut di depan para orang yang terpinggirkan dan yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Karena kasih Allah kita mempersembahan hidup kita dalam pelayanan kepada mereka ini.

Doa: Ya Bapa, peluklah daku agar akupun bisa memeluk sesamaku!

Janji: “Keadilan akan berjalan di depan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan” --- Mazmur 85:14

Pujian: Kujungan ke panti-panti sosial sebagai suatu kewajiban bagi para peserta “Kursus Penginjilan Pribadi” di Paroki banyak membuat peserta KEP berubah sikap hatinya menjadi berpeduli kepada mereka, baik dengan doa maupun dengan membantu mereka.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.