DIPANGGIL KE KEKUDUSAN

25 August 2022

?Kamis, 25 Agustus 2022 

1 Korintus 1:1-9

Mazmur 145:2 - 7 

Matius 24:42-51

  

“…(Kamu) Jemaat Allah… yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus” 

1 Korintus 1: 2

 

         PAULUS MENGATAKAN semua orang  dipanggil ke kekudusan, tidak hanya mereka para calon santo-santa saja. Menjalani hidup suci bukanlah hasil usaha dua-tiga bulan, dua-tiga tahun, tetapi bertahun-tahun. Sebagaimana orang-orang yang dinyatakan oleh Gereja ‘menjadi  orang kudus’, mereka pertama-tama menanggapi panggilan Tuhan ke kekudusan itu. Dalam usahanya mereka memadukan semua anugerah alami yang Tuhan berikan, dengan rahmat dari Allah . Prosesnya membutuhkan waktu.

         Agar orang tumbuh berkembang dan menjadi kuat dalam iman mereka, butuh dorongan dan dukungan. Dalam suratnya kepada jemaat Allah di kota Korintus, Paulus menggunakan kata-kata yang membesarkan hati :

  • Pertama, Paulus mengingatkan mereka - siapa sebenarnya jati diri mereka itu - yakni sebagai umat yang ‘dikuduskan dalam Yesus Kristus, dipilih dan dipanggil untuk menjadi kudus’ ;
  • Kedua, Paulus mengucap syukur kepada Allah, sebab dia menemukan benih-benih dalam diri mereka, bahwa mereka sama sekali tidaklah kekurangan dalam hal karunia-karunia rohani. Mereka dianugerahi Tuhan kekuatan yang mereka butuhkan, agar dapat menghayati hidup suci.

    

Kata-kata Paulus tadi tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Korintus tetapi juga ditujukan kepada kita pribadi-pribadi; Kalau kita berdoa memohon karunia rohani, baiklah kita ingat bahwa yang utama kita  butuhkan ialah agar kita dapat menghayati hidup suci. Tetapi juga kita perlu berdoa untuk karunia rohani yang Tuhan telah anugerahkan.

         Dalam menanggapi panggilan ke kekudusan ini, ada sesuatu yang perlu kita lakukan.  Kita perlu  menyatakan komitmen secara jujur dan tulus baik kepada Tuhan Allah, maupun  kepada diri kita sendiri serta keluarga kita masing-masing. Penghayatan panggilan hidup suci, bukan hanya dalam relasi kita dengan Tuhan, tetapi juga relasi kita dengan diri saya sendiri, dengan keluarga serta dengan pekerjaan di mana kita mendapatkan nafkah untuk hidup keluarga kita, juga dalam relasi kita dengan tugas pelayanan kita dalam Gereja.

         ‘Dipanggil untuk menjadi kudus’, dalam proses dan usaha dan dengan bantuan rahmat Allah dan dukungan sesama rekan dan sahabat, diri kita sendiri harus tetap berjaga-jaga, ‘sebab kamu tidak tahu’ kapan Tuhan meminta pertanggungjawaban kita atas panggilan ke kekudusan itu. Kalau kita tidak lalai akan ‘pemeriksaan batin atas hidup  kita setiap hari, kita tidak perlu takut dan bingung !

         Marilah dengan rahmat bantuan Tuhan, kita menghayati kesucian dalam segala aspek hidup kita sehari-hari.  (S.W)

 

DOA    :  “Bapa yang Mahakudus, yang memanggil diriku untuk menjadi kudus, ambillah serpih-serpih di mataku yang menutupi penglihatanku melihat kekayaan karunia yang Tuhan berikan kepadaku karena cinta kasih-Nya yang luar biasa kepada ku, yang lebih mempercayai diriku daripada diriku sendiri”

JANJI  :     Dalam injil Matius Ia bersabda :  “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. … Berbahagialah hamba, yang didapati tuan-Nya melakukan tugasnya itu, ketika tuan-Nya itu datang”  Matius 24: 44, 46

PUJIAN:      Ada kisah tentang Santo Aloysius, sewaktu masih frater belajar bersama para frater lain. Sewaktu rekreasi - istirahat bersama, ada frater lain yang kagum akan kesalehannya, menggodanya. ‘Lui, bagaimana reaksimu bila, ada malaikat yang datang mengabari kamu sekarang bahwa sebentar lagi kamu akan meninggal ?’ Jawab frater Aloysius, ‘Saya jalan terus duduk bercakap-cakap dan bermain dengan anda-anda selama masih waktunya rekreasi!’ Teman yang bertanya kaget. Ia mengira bahwa Aloysius akan pergi  cepat-cepat ke kapel dan berdoa, ternyata dia santai saja meneruskan rekreasinya bersama para frater.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.