DIPANGGIL MENJADI PENJALA MANUSIA
02 September 2021
Kamis, 2 September 2021
Kolose 1:9-14
Mazmur 98:2-6
Lukas 5:1-11
“Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Lukas 5:10b
INJIL HARI ini berbicara tentang kemuridan (Komunitas Kerajaan Allah), yaitu bagaimana Yesus menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini melalui sebuah proses yang diawali dengan memilih murid-murid-Nya. Kemuridan pada umumnya adalah murid yang mencari guru, namun yang dilakukan Yesus adalah sebaliknya yaitu ‘guru mencari murid’.
Waktu mau mengajar orang banyak, Yesus memilih perahu Simon dan menyuruhnya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu itu. Akhirnya Yesus memilih yang bekerja dengan perahu itu yakni para nelayannya:Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes, untuk menjadi murid-murid-Nya. Dan Yesus berkata kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” (Luk 5:10b).
Mengapa keempat murid pertama-Nya nelayan? Kita tahu bahwa pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan yang berat dan penuh resiko. Angin taufan sering muncul secara tiba-tiba di danau Galilea, karena itu para nelayan sangat terlatih untuk mengendalikan perahu mereka agar mereka bisa tetap hidup di tengah badai dan selamat. Untuk menjadi seorang nelayan diperlukan orang-orang yang tangguh, yang berani mengambil resiko, bahkan nyawanya sendiri bisa menjadi taruhan dalam pekerjaan ini, mungkin karena itulah Yesus memilih mereka sebagai lingkaran terdekat-Nya.
Jika Yesus memilih Petrus dan murid-muridNya karena mereka adalah orang-orang yang tangguh, lalu mengapa kita juga termasuk yang dipilih oleh Yesus menjadi murid-Nya? Apakah kita juga termasuk kategori orang yang tangguh? Pertanyaan ini tentu harus dijawab dengan iman dan kerendahan hati.
Masing-masing dari kita telah dipilih oleh Yesus menjadi murid-murid-Nya, dan dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah di tempat kita berkarya. Kalau kita bekerja di kantor, kita dipanggil di situ bukan untuk mengajar atau berkotbah, tetapi menjadi contoh dan teladan bagi orangorang di situ, bekerja dengan rajin, jujur dan penuh semangat! Jika kita berada di dalam keluarga, kita dipanggil agar menjadi panutan bagi keluarga! Jika kita berada dalam masyarakat, kita dipanggil untuk berbagi kepada sesama, untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan masyarakat, dan pelayanan gereja. Dengan begitu, secara tak langsung kita mewartakan Kerajaan Allah. (SIS)
DOA: “Tuhan Yesus, Engkau telah memilih aku menjadi murid-Mu, guna mewartakan Kerajaan Allah kepada teman dan sesama yang ada di seputar kami.”
JANJI: “Ia mengingat kasih setia dan kesetiaanNya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.” Mazmur 98:3.
PUJIAN: Hari ini kita memperingati Beato Ludovikus Yosef Francois. Ia lahir 3 Februari 1751 di Busigny, Nord, Perancis, putra keluarga petani. Ia bergabung dengan Kongregasi Misi. Sebagai imam, ia ditugaskan mengajar di Seminari St. Firmin. Tahun 1786 pemerintah mengeluarkan aturan agar para imam taat kepada Hukum Negara, bukan kepada Paus. Ludovikus menentangnya. Tanggal 2 September 1792, terjadi pergerakan massa yang mulai menyerang tempattempat para imam ditahan. Ia meninggal dunia pada 3 September 1792 di Seminari St. Firmin, Paris, dan pada 17 Oktober 1962 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ