DISEMBUHKAN LALU BEBAS UNTUK MELAYANI
12 January 2022
Rabu, 12 Januari 2022
1 Samuel 3:1-10,19-20
Mazmur 40:2,5,7-10
Markus 1:29-39
“Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka” --- Markus 1:31
IBU MERTUA Simon Petrus sakit dan disembukan oleh Yesus. Sebagai tanda syukur, ibu itu lalu bangkit melayani Yesus dan murid-murid-Nya. Mengucap syukur setelah disembuhkan Tuhan adalah hal yang patut kita lakukan juga. Ibu mertua Simon lalu ‘melayani’ Yesus dan murid-murid-Nya.
Baik sebagai ucapan syukur atau karena kepedulian kita kepada sesama , lalu melayani kepada sesama adalah sesuatu yang mestinya. Untuk dapat melayani dengan benar, ada beberapa hal yang perlu kita pahami dan lakukan, yakni:
Pertama, bahwa pelayanan kita haruslah dengan suka rela dan suka cita. Kita perlu menghadirkan Yesus dalam kehidupan kita. Kehadiran Yesus dalam hidup kita tentu kita yakini dapat mengubah situasi hidup kita dari setiap masalah yang kita hadapi . Yang dituntut dari diri kita adalah mempersilahkan Yesus datang pada kita. Sebagai pengikut Yesus, kita juga seharusnya membawa sesama yang menderita dan terganggu hidupnya kepada Yesus agar merekapun dijamah dan disembuhkan serta dibebaskan oleh Yesus dari berbagai ikatan yang menyengsarakan mereka.
Kedua, sebagaimana Yesus selalu membangun persekutuan dengan Bapa maka kita pun sudah seharusnya juga mengadakan relasi pribadi dengan Allah dalam doa. Relasi akrab ini akan menjadi kekuatan yang memampukan kita membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan. Relasi dengan Allah akan memampukan kita untuk memilih kehendak Allah meski terasa sulit dan penuh berbagai tantangan.
Ketiga, bahwa mewartakan kabar baik dan menjadi saksi tindakan kasih Yesus merupakan misi utama kita umat beriman. Sebagaimana orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari roh jahat akhirnya menjadi ‘pelayanan’ yang siap melayani sesama, melayani dalam pewarta sabda maupun pelayanan dalam wujud kesaksian bagi Kristus.
Keempat, harus ada keyakinan bahwa setelah kita disembuhkan oleh kuasa Tuhan, kita lalu menjadi kepanjangan ’tangan’ Tuhan menggapai banyak orang dengan melayani sesama. Sebagaimana dalam Injil, ibu mertua Simon yang disembuhkan Yesus, langsung melayani tamu - termasuk Yesus , para murid dan mungkin tamu-tamu lain yang hadir, pada saat itu.
Semoga kita senantiasa menyadari bahwa kitapun disembuhkan dan dibebaskan untuk dapat melayani sesama kita. (JRS / Jerus).
DOA: Ya Tuhan, semoga aku lebih suka melayani daripada dilayani, lebih suka menghormati daripada dihormati, agar nama-Mu lebih dikenal dan dimuliakan banyak orang. Amin
JANJI: “Aku suka melakukan kehendak-Mu ya Allah-ku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” Mazmur 40:9
PUJIAN: “Mas Anto (nama samaran), sebelum mengenal Yesus adalah seorang ayah yang keras. Ia selalu berlaku kasar dalam keluarga selama tahunan sampai anak dan istri selalu merasa berada dalam keadaan tegang karena tekanan batin. Namun ketika bapak ini diajak oleh teman karibnya menghadiri Kebangunan Rohani Katolik (KRK), dia dijamah Tuhan dan dibebaskan dari sikap keras dan kasarnya. Ia lalu rajin mengikuti Persekutuan Doa dan Ibadah bersama. Hari demi hari banyak perubahan yang terjadi. Akhirnya bapak ini berubah menjadi pelayan dalam suatu komunitas dan seiring dengan itu keluarganya menjadi harmonis kembali karena ia telah mampu menghadirkan Yesus dalam kehidupan keluarga mereka.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ