DITOLAK… ? 

29 October 2020

Kamis, 29 Oktober 2020

Efesus 6:10-20

Mazmur 144:2. 9-10

Lukas 13:31-35


“Pergilah, tinggalkanlah tempat ini!”-- Lukas 13:31

 

YERUSALEM – DARUSALAM. Kota tempat asal usul ketiga agama Agama Abraham: Yahudi, Kristiani dan Islam. Yerusalem adalah kota suci, tanah yang kaya akan sejarah rohani yang mendalam. Yesus sangat mencintai kota Yerusalem sejak kecil sampai dewasa. Bersama keluarga Yesus berjalan kaki ke Yerusalem, khususnya di hari raya keagamaan. Sepanjang perjalanan  Yesus mulai mengenal jalan-jalan, warung-warung, orang-orangnya dan Bait Sucinya.  Yerusalem adalah pusat tempat Dia mewartakan dan melayani, dan tempat akhir perutusan-Nya di bumi , yakni dengan  kematian-Nya di salib.

Maka tak mengherankan kalau Yesus menangisi kota Yerusalem yang terancam akan hancur berantakan. Yesus tahu bahwa Yerusalem lama akan berlalu agar Yerusalem baru muncul, Yerusalem yang abadi. Batu-batu lama dari bangunan kota akan diganti dengan batu-batu yang hidup, yang akan membentuk Gereja dan Yesus Kristus sebagai baru penjurunya.

Selain akan hancur lebur, Yesus menangisinya juga karena Yerusalem telah menolak nabi-nabi dan gagal dalam mendengar-kan pesan keselamatan. Dalam Injil dikatakan, beberapa orang Farisi menunjukkan sikap ketidak-senang dan penolakan mereka dengan berkata, “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini”.

Rasa-rasanya sikap tidak senang dan penolakan tetap ada sampai sekarang. Dan ini kita sebagai murid Kristus di sini, juga kita rasakan dan alami, yakni penolakan dalam pelbagai bentuk terhadap  iman kekristenan.

Bagaimana kita mengatasi rasa ketidak-senangan dan penolakan orang-orang terhadap kita , terhadap semakin tambahnya umat beriman kristiani? Tentu kita membalasnya dengan kebaikkan, tidak ‘mengkafir-kafirkan’ orang, bersikap mengormati mereka, mencari dan menemukan persamaan-persamaan bukan perbedaan-perbedaan, meski ada. Apakah kita sangat merindukan dan mendoakan  kedamaian dan kesejahteraan bumi kita, negeri kita, tempat kita yang berbeda-beda ini hidup bersama dalam damai, aman  dan rukun  ? (SW)

 

DOA: Berkatilah, ya Tuhan, negeri dan masyarakat kami yang beragam dalam budaya, keyakinan dan suku!

JANJI: “Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan” –--- Lukas 13:35

PUJIAN: Kalau kita kadang-kadang membuka ‘Youtube’ sering kita jumpai berita tentang mualaf-mualaf yang menjelek-jelekkan iman kristiani dan Gereja. Ada umat yang menanggapi dengan ber-apologetik (menanggapi untuk membela iman), ada yang hanya tersenyum dan mendoakan bertobatnya mereka kembali.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.