DOA SYUKUR AKHIR TAHUN
31 December 2018
Senin, 31 Desember 2018
Tutup Tahun
1 Yohanes 2:18-21
Mazmur 96:1-2, 11-13
Yohanes 1:1-18
“Karena dari kepenuhan-Nya, kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” --- Yohanes 1:16
SAYA MENEMUKAN sebuah Buku Harian seseorang. Salah satu isinya di halaman akhir, berujud “Doa Syukur Akhir Tahun”. Karena begitu indah dan menyentuh hati, saya turunkan keseluruhannya. Doa Syukur itu berbunyi sebagai berikut:
Tuhan, aku mengucap syukur kepada-Mu untuk tahun ini!
Aku bersyukur segala hal-hal kecil yang Tuhan perbuat bagiku.
Aku bersyukur, karena telah Engkau siapkan tempat-tempat parkir, bila aku membutuhkannya; karena aku telah menemukan kembali kunci-kunci diakibatkan aku ‘slebor’ salah tempat meletakkannya.
Aku berterima kasih atas waktu-waktu aku bisa tertawa ria, aku bisa merasa bahagia dan bersukacita, selama tahun lalu ini.
Aku berterima kasih atas waktu-waktu yang boleh aku lalui dengan kesusahan dan kepedihan hati serta derita – aku sadari itu semua bukan datang dari-Mu – peristiwa itu justru menarik dan mendorong diriku untuk mendekat pada-Mu, pelipur dan sumber hiburanku.
Aku mengucap syukur atas keluargaku, atas semua sahabat dan teman yang Engkau tempatkan di sekelilingku selama hidupku.
Bantulah aku agar bisa semakin mengasihi mereka.
Tunjukkan jalan bagaimana aku dapat menjadi teman dan pelayan yang semakin baik bagi mereka.
Bantu dan tunjukkan jalan bagaimana aku dapat menarik kembali kepada-Mu, mereka-mereka yang telah menjauh dari-Mu.
Aku mengucap syukur juga untuk waktu-waktu di mana Engkau sering menarik aku kembali kepada-Mu. Terlalu sering aku hanya melakukan apa yang aku kehendaki sendiri, dan juga terlalu sering sengaja atau lalai tidak melakukan apa yang Engkau kehendaki selaras dengan panggilan perutusanku dari-Mu. Dan Engkau tetap Engkau, sabar menunggu di sana, memanggil namaku pribadi, agar aku balik kembali. Bila aku menyesal dan bertobat, aku alami limpahan curahan kerahiman-Mu dan Engkau mengampuniku.
Aku bersyukur, pada-Mu ya Tuhan, karena Engkau memberi aku santapan Roti Kehidupan. Aku menjadi apa yang aku santap. Aku alami aku berkembang menjadi pribadi yang dibentuk dan dipoles oleh apa yang aku makan. Aku alami pula kasih dan kepedulianku akan sesama semakin tumbuh kokoh, karena apa yang aku santap. Aku menyaksikan adanya kuat kuasa yang bekerja dalam diriku. Aku tahu , ini bukan dariku, tetapi dari-Mu , Engkau, yang berada dan tinggal di dalam diriku. Dikau-lah Yang terbaik, yang aku alami dan yang terjadi dalam hidupku.
Aku mengucap syukur akan Gereja yang tak pernah mengecewakan hidupku, tetapi sebaliknya aku-lah yang mengecewakannya. Tentu saja, aku sadari, aku-aku ini warga Gereja-Mu yang berdosa, yang membuat kesalahan dan sering saling menyakiti satu sama lain. Tetapi juga kami ini adalah Gereja atau Umat kudus-Mu – suatu kumpulan orang-orang pilihan-Mu, imamat rajawi, bangsa yang suci, Umat kepunyaan Allah sendiri – (1 Ptr 2:9).
Aku berterima kasih ya Tuhan, atas Gereja-Mu, di mana Dikau sendiri sebagai Kepala, dan Engkau selalu berkenan memberkatinya, agar selalu dekat pada-Mu dan semakin menarik, menyapa dan mengisihi sesama sebagai saudara.
Selesai membaca itu, aku berdecak karena begitu indahnya Doa Akhir Tahun ini! Doa itu juga mewakili doaku di akhir tahun ini.
Doa: Ya Yesus, terima kasih sekali, Engkau selalu menyertai kami sepanjang tahun. Tarik dan dekatkan kami pada-Mu ini sepanjang tahun mendatang!
Janji: “Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran” --- 1 Yohanes 2:21
Pujian: Keluarga Widodo –bapak-ibu dan ketiga anaknya- sejak anak-anak masih di bangku SD sampai dengan anak-anak kuliah dan kerja, selalu bersama di akhir tutup tahun ke gereja menghadiri Misa Syukur Tutup Tahun entah sore hari atau jelang tengah malam.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ