DOA YANG TERLUPAKAN
19 December 2019
SATU PERJAMUAN
DESEMBER 2019
Kamis, 19 Desember 2019
Hakim 13:2-7, 24-25
Mazmur 71:3-5
Lukas 1:5-25
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan.” --- Lukas 1:13
JUDUL YANG ANEH. Masa, kita berdoa, lalu saya lupa doa mau memohon apa? Tapi ini konteks agak lain. Mari kita baca Injil Lukas hari ini. Tentang doa Zakharia! Dari Injil ini, kita tahu agak banyak latar belakang hidup Zakharia. Kalau kita perhatikan pasangan Zakharia dan Elizabet ini, pasangan yang sudah lanjut usia. Bahasa sekarang Elizabet sudah lama mengalami ‘menepause’ atau tidak akan bisa mengandung lagi dilihat dari segi usia (Luk1:18, 36). Mungkin saja, dulu-dulu, beberapa tahun sama sekali tidak berdoa memohon keturunan, Zakharia ini pernah berdoa meminta anak. Maka tidak mengherankan kalau malaikat Gabriel berkata “Doamu telah didengarkan!”. Tentu saja Zakharia bingung dan reaksinya negatif. Ini menandakan bahwa mungkin dia telah lupa dulu pernah berdoa apa. Mungkin saja dia telah menyadari dirinya dan istrinya sudah tua.
Bisa saja, kita umat katolik menganggap ‘doa itu’ ada masa berlakunya dan ada masa ‘kedalu warsa’. Ah, Allah telah lupa akan permohonan kita. Permohonan itu sudah tak cocok lagi. Baiklah kita lupakan saja. Dan benar-benar seperti Zakharia, kita lupa dulu kita memohon apa?! Tetapi apa kata malaikat kepada Zakharia, ”Doamu telah dikabulkan”, dan kata selanjutnya, “perkataanku akan nyata kebenarannya pada waktunya” (Luk 1:20).
Apakah kita pernah berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan, lalu kita berhenti berdoa, karena kita merasa koq doa kita rasa-rasanya tidak didengar Tuhan!
Mari kita camkan kata-kata malaikat: “Berdiam dirilah, hai segala makhluk di hadapan Tuhan,...” (Zak 2:13). “Diam-lah, dan ketahuilah, bahwa Aku-lah Allah” (Mzm 46:11).
DOA: Bapa, aku berdoa kepada-Mu, berilah diriku sikap pasrah kepada-Mu, dalam hal berdoa dan memohon dan memohonkan.
JANJI: “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan Ia sekarang berkenan menghapuskan aibku di depan orang” --- Lukas 1:25
PUJIAN: “O bunga dari pangkal Isai, Engkau akan berdiri sebagai lambang bagi bangsa-bangsa; para raja terdiam kelu di hadapan-Mu, para bangsa tertunduk menyembah-Mu. Bebaskan kami dan jangan berlambat” (Dari Kidung Maria dalam Ibadat Harian Advent).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ